Menikmati Kiara Artha Park, Taman Kota dengan Vibes Luar Negeri

Menikmati Kiara Artha Park, Taman Kota dengan Vibes Luar Negeri

¨Aku lagi jalan-jalan di luar negeri, nih!¨

Kata saya ketika membalas pesan dari sepupu yang menanyakan saya sedang di mana. Sudah pasti dia nggak percaya karena beberapa jam yang lalu saya masih ngechat dia buat ngobrolin liburan di Bandung kok tiba-tiba ngaku di luar negeri. Tapi sepupu saya sempat sedikit kegocek juga pas lihat foto yang saya kirim karena saya ambil yang vibesnya benar-benar kayak di luar negeri.

Kiara Artha Park, ini adalah tempat yang saya kunjungi pertama kali setelah 3 tahun lebih nggak ke Bandung. Taman ini letaknya di daerah Buah Batu. Kalau dari keluar tol Buah Batu nggak jauh kok, sekitar 5-10 menit naik mobil udah sampai. Tempatnya juga gampang dicari karena di jalan utama. Tempat ini nggak jauh dari Lucky Square, Cicadas. Dari tengah tamannya, mall yang satu ini kelihatan banget.

Baca Juga:   Menikmati Kiara Artha Park, Taman Kota dengan Vibes Luar Negeri
Merindu Bandung dan Menghabiskan Waktu di Taman-Taman Tematiknya”]

Sekilas cerita sebelum akhirnya saya memutuskan ke taman ini tuh lumayan panjang karena saya dan suami sempat bingung mau ke mana saat ke Bandung. Saya pengen nyari tempat yang kids friendly dan bisa buat ngumbar Aqsa naik sepeda atau lari-lari. Sementara suami saya mau diajak kemana aja asal jangan ke daerah atas kayak Lembang atau Ciwidey karena dia malas nyetir nanjaknya.

Baca Juga:   Seru dan Menantangnya Travel Bloggers Gathering 2017 di Trizara Resorts Lembang

Saya sempat browsing banyak tempat sampai akhirnya nemu Kiara Artha Park dan memutuskan ke sini. Selain tempatnya masih di daerah kota, dekat dengan hotel tempat kami menginap, tiket masuknya murah, yang pasti adalah tempatnya luas dan bisa buat ngumbar Aqsa yang emang suka bereksplorasi.

Udah gitu, di dekatnya juga ada tempat makan McD, makanan yang paling fleksibel buat Aqsa (dan kami). Di dalamnya juga ada Lollipop Playland, playground kalau sewaktu-waktu Aqsa bosan di taman dan pengen main. Ada pula tempat semacam Korean Village buat saya yang penyuka kokoreaan. Dan di depannya ada mainan murah meriah ala pasar malam kalau sudah sore hari. Semacam paket lengkap aja buat tempat bermain anak.

Suasana Seperti di Luar Negeri

Satu kalimat ketika saya sampai di sana adalah ¨Vibesnya kayak di luar negeri¨.

Walaupun sempat bingung mau parkir di mana dan harus memutar lagi, tapi nggak terlalu jauh dan memusingkan kok. Kami akhirnya parkir di depan kawasan kampung Korea karena di situ yang ada secure parkingnya. Tempat parkirnya cukup luas kok dan nggak jauh dari pintu masuk Kiara Artha Park-nya karena emang cuma tinggal nyebrang aja. Nyebrangnya juga jalanan area situ yang nggak ramai-ramai banget, tapi ya tetap harus berhati-hati.

Siang itu kami sampai sebelum pukul 14.00 yang berarti belum dipungut tiket masuk. Hamdallah banget. Tapi walaupun ada tiket masuk juga nggak mahal kok. Tiket masuknya hanya Rp 10.000 per orang. Mayan lah kami jadi irit 30.000, bisa buat jajan cimol mumpung beneran lagi di Bandung, hihi.

Pas masuk, suasana agak ramai karena ternyata ada beberapa bus pariwisata yang mengangkut bocah-bocah lagi study tour. Dan ternyata tempat ini juga jadi destinasi wisata anak-anak sekolah yang saat itu saya dengar berbahasa Jawa. Artinya, banyak orang dari luar Bandung atau Jawa Barat yang juga pengen ke taman ini. Padahal itungannya taman ini adalah taman baru.

Baca Juga:   Nostalgia Bandung di Akhir Tahun 2017

Karena luas dan jalanan di dalamnya bagus, kami meminta izin pada sekuriti untuk menurunkan balance bike dan ternyata boleh. Lumayan lah, Aqsa jadi bisa seluncuran naik balance bike di sana dan kami nggak usah repot-repot gendong Aqsa yang kadang suka susah buat diajak jalan kaki.

Buat banyak orang yang suka bereksplorasi mungkin taman ini terlihat membosankan. Tapi buat saya yang punya anak suka lari-lari dan naik sepeda, taman ini menyenangkan banget. Banyak jalanan atau track untuk sepeda, sepeda listrik, sampai skuter yang disewakan di sana. Nggak perlu susah-susah ada mainan, segini aja sudah menyenangkan buat Aqsa.

Kalau siang, sejujurnya taman ini cukup panas karena banyak pepohonan yang baru ditanam dan belum cukup meneduhkan. Tapi adanya kolam dan air mancur di tengahnya bikin suasana panas sedikit lebih sejuk. Apalagi saat jam-jam tertentu, air mancur akan menyala beriringan sesuai dengan irama musik. Di sinilah atraksi air mancur bikin syahdu suasana.

Penataan track untuk jalan, pohon, kolam, patung, dan ornamen lainnya mengingatkan saya dengan taman-taman di luar negeri kayak Korea atau Jepang. Yah, walaupun belum pernah ke Korea atau Jepang, tapi seenggaknya saya pernah lihat di gambar atau video dan memang demikian. Semuanya tertata dan bersih, lengkap dengan pepohonan, elemen air seperti kolam, dan tempat duduk. Ditambah suasana sepeda yang berseliweran di dalamnya. Di taman ini semuanya ada.

Fasilitas Kiara Artha Park

Terletak di tengah kota, selain terjangkau oleh kendaraan umum dan ojek online, Kiara Artha PArk juga punya tempat parkir mobil yang luas. Selain itu, jalanan di sekitarnya relatif sepi walaupun tetap harus waspada jika kita hendak menyeberang atau menggunakan jalannya.

Sepenglihatan saya, Kiara Artha Park udah layak banget untuk dijadikan tempat wisata kota. Di sana juga ada berbagai tempat makan dan jajanan dari yang mainstream kayak McDonald sampai yang kekinian kayak Mixue. Jadi nggak khawatir kelaparan atau kehausan.

beberapa tempat makan di dalam Kiara Artha Park

Kalau lelah berjalan atau mengayuh sepeda, di taman ini juga banyak tempat duduk. Tamannya pun masih bersih karena memang baru. Tempat sampah juga terlihat di beberapa spot serta rumput yang masih terawat. Kalau sudah begini, plis lah yang mau datang ke taman ini dijaga benar-benar biar tetap bersih dan bagus tamannya.

Lelah bersepeda, duduk dulu

Yang masih agak kurang sreg menurutku adalah fasilitas toilet yang kecil dan sedikit serta musala yang mungil dan terletak di pojok alias nyempil banget. Bukannya apa-apa, karena pas ke sana banyak pengunjung apalagi rombongan study tour dan saat itu pas jam salat zuhur, jadinya di musala menumpuk dan lumayan antri. Akan lebih baik jika fasilitas musala dan toilet diperbesar dan peralatan seperti sarung dan mukena diperbanyak.

toilet dan musala yang memojok dan tidak terlalu besar

Di tengah-tengah taman ini juga ada kolam air yang di dalamnya terdapat air mancur. Tiap jam-jam tertentu akan ada atraksi air mancur yang selaras dengan lagu yang diputar saat itu. Kolamnya juga cukup terawat dan aman karena berpagar. Namun, apabila bawa anak kecil apalagi yang masih suka eksplorasi kayak Aqsa tetap harus diawasi ya. Takutnya nekad mbrobos ke pagar pembatas dan kecebur kolam.

Selain itu yang menarik juga ada beberapa patung perwakilan negara dan monumen yang akan mengingatkan kita pada sejarah khususnya (Konferensi Asia Afrika) KAA yang memang pernah diadakan di Kota Bandung. Kita bisa membaca beberapa sejarah tentang KAA sambil berfoto dengan latar belakang kolam dan pemandangan taman kota.

Menikmati Kiara Artha Park

Buat orang yang suka datang ke tempat dengan banyak permainan, wahana, dan menantang adrenalin, taman ini akan jadi sangat membosankan. Tapi bagi saya dan keluarga yang senang untuk datang ke tempat yang sejuk, duduk manis, menikmati suasana, dan membiarkan Aqsa bereksplorasi tanpa khawatir akan banyak hal itu cocok banget dengan taman ini.

Tanah datar, kolam dengan pagar pelindung, jalanan yang sudah diatur track-nya, tempat duduk yang ada di berbagai spot, dan air mancur di tengah yang menyala di tengah hari yang terik adalah komponen yang pas untuk keluarga kecil nan mager yang punya anak masih aktif-aktifnya kayak keluarga kami. Hiburan sederhana yang bisa membantu kami melepas penat sejenak.

¨Andai taman kayak gini ada di dekat rumah kita, betah banget dan ke sini terus,¨ komentar saya beberapa kali pada suami saat sedang di Kiara Artha Park.

Selain bisa duduk dan menikmati pemandangan hingga atraksi air mancur, Aqsa juga bisa seluncuran menggunakan balance bike-nya. Kalau mau keliling taman tapi nggak mau capek, ada penyewaan sepeda, sepeda listrik, dan skuter di sana. Harganya juga bervariasi. Kala itu, kami menyewa sepeda listrik seharga Rp 50.000 dengan durasi selama 30 menit. Cukup worth it kok karena bisa keliling taman dengan Aqsa tanpa perlu capek.

Baca Juga:   Akhirnya Aqsa Bisa Naik Sepeda Roda Dua

Kami sebelumnya sempat kecewa karena tujuan kami ke Kiara Artha Park biar bisa naik bus yang keliling taman dan siang itu bus nggak jalan. Tetapi tepat pukul 15.00 ternyata bus mulai jalan dan karena kami masih orang yang pertama, yang mana kayaknya bus masih dipanasin sambil keliling taman, kami pun bisa berkeliling taman tanpa bayar tiket (saat itu juga petugas tiket belum ada). Padahal beberapa menit sesudahnya, pengunjung yang mau naik harus bayar Rp 5.000 per orang. Rezeki Aqsa banget, nih!

Halte tempat menunggu bus

Pas mau naik bus, sebenarnya Aqsa udah naik sendiri dan di dalam hanya dengan bapak-bapak dan ibu-ibu dari dealer motor yang emang lagi buka stan di sana. Tapi karena nggak tega, saya yang masih pegang sepeda listrik akhirnya tergopoh-gopoh ikutan lari mengejar dia yang sudah ada di bus terlebih dahulu. Walaupun anaknya diam, tapi takut pas busnya jalan dia gedebukan sendiri.

Bus berkeliling taman nggak lama, hanya 2 putaran lalu penumpang bergantian naik-turun kembali. Segini aja udah menyenangkan banget buat kami.

Selain naik sepeda listrik dan bus, saat itu kami juga berkesempatan lihat aneka binatang karena sedang ada pameran. Ada kuda poni, burung, sampai kelinci. Lihatnya gratis kok, tapi kalau mau kasih makan harus beli dulu dan bayar Rp 20.000 untuk sekali kasih makan. Rada pricey sih sebenarnya. Tapi untungnya pas kasih makan kelinci, kami diperbolehkan masuk ke kandangnya dan lihat sepuasnya di sana. Aqsa kegemasan lihat berbagai kelinci yang mengerubungi dia.

Masih di kawasan Kiara Artha Park, tepatnya di bagian seberangnya ada Kampung Korea dengan pintu gerbang ala-ala kerajaan Korea zaman dulu. Tadinya saya pengen ke situ juga tapi sayang waktunya nggak cukup karena keliling Kiara Artha Park aja udah makan waktu sampai sore karena kami sampainya setelah zuhur dan jam 4-an sore sudah harus cabur karena mau check in hotel.

Baca Juga:   Molto Korean Strawberry, Pewangi Pakaian Andalan saat Musim Hujan

Padahal saya penasaran banget pengen lihat dalamnya. Di Kampung Korea ini juga menyewakan sepeda buat keliling Kiara Artha Park, lho! Jadi selain di dalam tamannya, kamu juga bisa sewa sepeda di sini.

Selain itu pas weekdays, tiap jelang malam ada pasar malam di depan Kiara Arha Park, lebih tepatnya di depan Mc Donald atau Lollipop Playland. Ada banyak wahana permainan dari motor mini sampai bombom car dan aneka kuliner streeet food. Kalau weekend saya kurang tahu bukanya tapi sepertinya dari pagi karena taman ini suka buat olahraga warga, CMIIW.

jalanan depan pintu masuk Kiara Artha Park yang juga terdapat pasar malam

So kalau ditanya pengen nggak kalau ke Bandung ke taman ini lagi? Pengen banget. Suami saya malah nagih pengen ke sini lagi pas ke Bandung kemarin tapi sayangnya nggak bisa karena waktunya terbatas. Semoga kelak saya bisa berkunjung ke Kiara Artha Park lagi dan menikmati fasilitas di dalamnya. Semoga juga kelak fasilitasnya tambah bagus dan semakin terawat biar pengunjung juga semakin nyaman.

 

 

9 Comments
Previous Post
Next Post