Anak kedua saya adalah anak ASIP. Ya, ASIP alias air susu ibu perah. Dengan legawa saya mengakui bahwa saya gagal menyusui langsung di anak kedua setelah anak pertama sukses DBF hingga 2 tahun. Banyak orang yang menyemangati saya karena tetap mengusahakan yang terbaik buat anak, tapi nggak jarang juga omongan negatif yang saya dengar. Apalagi saya full IRT, (katanya) rasanya sayang banget kalau nggak menyusui langsung. Dalam hati kecil saya padahal juga pengen, pengeeenn banget. Tapi apa daya mungkin saja ini memang takdir saya untuk jadi mom eping, yang walaupun rasanya beraaattt dan bikin hampir gila tapi ini adalah usaha maksimal untuk memberikan nutrisi terbaik bagi Hagia, anak kedua saya.
