Mengenal Kanker dan Antisipasi Biaya Pengobatannya

Mengenal Kanker dan Antisipasi Biaya Pengobatannya

Apa sih yang ada di bayanganmu ketika mendengar kanker? Kemoterapi, tumor, rambut rontok, badan kurus, sakit, lelah, atau biaya pengobatannya? Belum lagi risiko kematiannya yang tinggi. Nggak heran kalau hingga saat ini, kanker masih semenakutkan itu bagi orang-orang.

Bahkan data menunjukkan kematian akibat kanker bahkan kian bertambah di banyak negara. Belum lagi, biaya pengobatan untuk kanker nggak main-main besarannya.

Baca Juga:   Cara Berbagi Semangat pada Para Pejuang Kanker Payudara

Seperti halnya setiap tahun diperingati, Bulan Oktober adalah bulan yang istimewa bagi mereka yang sedang atau pernah berjuang bersama penyakit kanker khususnya kanker payudara. Di bulan ini pula setiap tahun saya selalu mendengar dan diingatkan kembali bagaimana kuatnya para perempuan penderita kanker payudara bertarung dengan penyakit yang bisa saja merenggut nyawa mereka sewaktu-waktu.

Biarpun tiap Bulan Oktober diperingati sebagai bulannya Breast Cancer Awareness, tapi kalau dengar pengalaman para survivor baik itu breast cancer atau kanker apapun itu, rasanya selain amazing juga masih tetap ngilu. Nggak kebayang rasa lelah dan sakitnya mereka menghadapi pengobatan yang berulang demi membunuh sel kanker dalam tubuh. Nggak jarang juga, mereka dan keluarganya harus merelakan harta benda demi pengobatan penyakit yang satu ini.

Banyak orang kalau ditanya soal kanker pasti hampir semuanya sudah pernah dengar dan tahu. Kanker yang paling berbahaya adalah saat sudah bermetastasis. Ketika sel abnormal berkembang dengan cepat melebihi batasnya, sel ini menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan menyebar ke organ lainnya atau disebut metastasis. Nah, metastasis adalah penyebab utama kematian akibat kanker. Data dari WHO menyatakan, kanker adalah penyebab kematian no. 1 dan 2 di 112 negara.

Pada tahun 2020 sendiri, hampir 10 juta kematian terjadi akibat kanker. Dalam satu tahun, tercatat banyak kasus baru, seperti kanker payudara (2,26 juta), paru-paru (2,21 juta), kolon (1,93 juta), prostat (1,41 juta), kulit non melanoma (1,2 juta), dan perut (1,09 juta). Jumlah kematiannya sendiri pada tahun 2020 tercatat disebabkan oleh kanker paru-paru (1,8 juta), kolon (935.000), liver (830.000), perut (769.000), dan payudara (685.000).

Sebagai kanker yang rentan menyerang kaum perempuan, kanker payudara kini menjelma menjadi pembunuh nomer satu bersaing dengan kanker serviks. Pada tahun 2020 saja, jumlah kasus baru yang umum ditemukan pada perempuan di Indonesia adalah kanker payudara (65.858), serviks (36.633), paru-paru (34.783), kolon (34.189), liver (21.392), dan kanker lainnya (204.059).

Sedangkan pada laki-laki kanker yang banyak tercatat adalah kanker paru-paru (25.943), kolon (21.764), liver (16.412), nasofaring (15.427), prostat (13.563), dan kanker lainnya (90.259).

Rata-rata selain karena faktor keturunan, kanker bisa terjadi karena perilaku atau gaya hidup. Kurang olahraga, banyak makan makanan bergula, merokok, minum alkohol, dan makanan tidak sehat seperti fast food dan junk food merupakan faktor risiko yang bisa menyebabkan kanker. Selain itu, stres pikiran pun juga bisa menjadi pemicu untuk penyakit berat ini.

Risiko kanker sendiri bisa dikurangi dengan mengubah gaya hidup. Kuncinya memang dimulai dari niat dan diri sendiri. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko kanker, antara lain: tidak merokok, memiliki berat badan yang sehat, menjaga pola makan dengan konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menghindari alkohol, mendapatkan vaksinasi untuk melawan HPV dan hepatitis B, menjauhi radiasi ultraviolet, hindari stres atau banyak pikiran serta rutin melakukan check up atau deteksi dini .

Hingga saat ini, deteksi dini merupakan cara paling efektif untuk mengetahui gejala awal kanker. Untuk kanker payudara sendiri, deteksi dini bisa dilakukan sendiri dengan SADARI atau melalui mamografi. Melalui deteksi dini, kematian akibat kanker bisa berkurang risikonya.

Kalau sudah terdiagnosis kanker, hal lain yang harus dipikirkan selain pengobatan adalah biayanya. Biaya pengobatan kanker, nggak main-main jumlahnya. Apalagi kalau sampai harus berobat ke luar negeri. Namun, kalian sekarang sudah bisa sedikit berlega hati dan nggak perlu musingin biaya perawatan karena sekarang sudah ada FWD Cancer Protection.

Dengan FWD Cancer Protection dari FWD Insurance, 100% uang pertanggungan langsung diberikan di tahap awal sejak terdiagnonis kanker sehingga kamu bisa fokus pada kesembuhanmu saja. Selain itu, klaimnya pun mudah dan cepat, selama dokumen lengkap.

Baca Juga:   Proteksi Perawatan di Rumah Sakit dengan FWD Hospital Care Protection

Sayangnya, banyak orang yang mungkin saja masih mengira kalau asuransi kanker mahal preminya. Jangan khawatir karena ternyata  premi FWD Cancer Protection mulai dari Rp10 ribu/bulan loh! Belinya pun mudah secara online dan dengan tiga pertanyaan kesehatan saja. Mudah beneran kan?

Buat yang mau tahu lebih lanjut soal FWD Cancer Protection, bisa langsung dapatkan informasinya di https://www.ifwd.co.id/asuransi-kanker/cancer-protection.  Sementara itu, buat kalian yang pengen tahu produk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan dari FWD Insurance, bisa langsung buka Website FWD Insurance: https://www.fwd.co.id/ atau unduh aplikasi FWD Max ya.

 

1 Comment
Previous Post
Next Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota