Jatuh Bangun Mom Eping dalam Konsisten Menyusui

Jatuh Bangun Mom Eping dalam Konsisten Menyusui

Anak kedua saya adalah anak ASIP. Ya, ASIP alias air susu ibu perah. Dengan legawa saya mengakui bahwa saya gagal menyusui langsung di anak kedua setelah anak pertama sukses DBF hingga 2 tahun. Banyak orang yang menyemangati saya karena tetap mengusahakan yang terbaik buat anak, tapi nggak jarang juga omongan negatif yang saya dengar. Apalagi saya full IRT, (katanya) rasanya sayang banget kalau nggak menyusui langsung. Dalam hati kecil saya padahal juga pengen, pengeeenn banget. Tapi apa daya mungkin saja ini memang takdir saya untuk jadi mom eping, yang walaupun rasanya beraaattt dan bikin hampir gila tapi ini adalah usaha maksimal untuk memberikan nutrisi terbaik bagi Hagia, anak kedua saya.

Jangan ditanya apa usaha saya untuk bisa menyusui langsung? Saya sudah bolak balik ke konselor laktasi buat konsultasi relaktasi tapi akhirnya gagal juga. Kurangnya support system, saya yang mungkin saja panikan, serta lelah yang amat sangat di anak kedua ini adalah beberapa faktor yang bikin saya gagal menyusui secara langsung. Dilema antara bingung puting dan kejar BB adalah masalah utama saya dan suami. Setelah melewati banyak proses yang melelahkan untuk bisa kembali mendekap Hagia di pelukan dan menyusu langsung tetapi berakhir gagal, akhirnya saya dan suami berbesar hati untuk tidak apa-apa memberi Hagia ASIP karena jalan ini yang terbaik.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Tentang MengASIhi dan Dukungan di Baliknya

Jatuh Bangun Menjadi Mom Eping

Jadi mom eping, jangan ditanya rasanya. Ada saat-saat saya hampir gila karena lelah banget mengejar stok ASIP yang keteteran karena satu dan lain hal. Ada momen, Hagia ketahuan alergi makanan dan hampir semua ASIP saya harus dibuang. Ada pula momen saya berkejaran dengan stok ASIP karena mau meninggalkan Hagia seharian untuk menemani kakaknya kegiatan sekolah. Ada juga momen ASI yang tiba-tiba seret setelah gagal relaktasi. Rasanya semuanya tak akan terlupakan.

Belum lagi lelahnya jadi mom eping karena jadi dua atau tiga kali kerja lebih banyak. Kalau DBF dan ibu mengantuk, tinggal tempelkan payudara ke anak lalu tidur bersama, tidak dengan mom eping. Mom eping ada rutinitas untuk memompa ASI (di 6 bulan pertama saya memompa per 3 jam), cuci-steril-keringkan botol, belum lagi memberikan ASIP pada bayi yang nggak bisa sambil tiduran. Itu semua untungnya saya lakukan dibantu dengan suami. Belum lagi kalau anak mendadak nursing strike atau menolak menyusu, kami kelimpungan. Badan lelah dan mata ngantuk adalah teman sejati kami. Saya bahkan kala itu tidak bisa tidur lebih dari 4 jam sehari.

Banyak video pendek yang saya tonton dan bilang kalau jika tidak konsisten pumping, mom eping tidak akan bertahan lebih dari 6 bulan karena volume ASI akan semakin sedikit lalu lama-lama akan terjadi penyapihan mandiri. Di titik itu, saya sungguh ketakutan. Saya mau Hagia tetap minum ASI hingga 2 tahun karena bagi saya ini yang terbaik. Saya nggak mau ada kesenjangan mengASIhi antara Aqsa dan Hagia. Oleh sebab itu, saya berusaha mati-matian buat meningkatkan kemudian menstabilkan produksi saya.

Baca Juga:   Tentang Teamwork dalam Proses MengASIhi

Pernah seret dan volumenya nyaris berkurang setengah dibanding 2 mingguan sebelumnya, saya melakukan banyak hal supaya stok ASIP saya banjir lagi. Hasilnya tentu tidak instan tapi ini efektif banget. Dalam waktu 2 mingguan, ASI saya sudah kembali stabil seperti semua, malahan berlebih volumenya dengan cara:

  • Minum air putih minimal 3 liter sehari
  • Makan banyak protein hewani, seperti 5 butir telur ayam per hari agar kualitas ASI membaik
  • Makan makanan yang dipercaya memperbanyak ASI, seperti: jantung pisang, daun katuk, dll
  • Makan makanan yang mengandung lemak untuk memperbanyak hindmilk, seperti: alpukat, kacang-kacangan, dan susu almond
  • Kompres air hangat sebelum menyusui
  • Saat ASI seret, biasanya saya melakukan power pumping selama seminggu berturut-turut pada sekitar pukul 01.00-05.00 pagi, setelah volumenya stabil saya konsistenkan dengan regular pumping
  • Perah menggunakan tangan setelah memompa ASI agar pengosongan payudara maksimal
  • Disiplin waktu dalam regular pumping
  • Jangan bandingkan hasil pumpingmu dengan orang lain biar nggak insecure
  • Minum ASI booster sebagai pendukung kelancaran memperbanyak volume ASI
  • Jangan lupa BAHAGIA

Part terakhir adalah kunci dari segala kunci ibu menyusui, BAHAGIA. Buat saya, setelah melewati segala capeknya menyusui anak kedua, bahagia menjadi abstrak rasanya dan bingung untuk dideskripsikan. Tapi seiring berjalannya waktu, saya menemukan definisi bahagia sesungguhnya adalah ketika ASI saya mencukupi untuk tumbuh kembang anak saya.

Sementara itu, bagian paling tricky adalah memilih ASI booster yang pas dan efektif karena banyak ASI booster yang ternyata setelah saya baca berbagai review dan testimoninya tidak efektif untuk meningkatkan volume ASI. Ada juga yang ternyata mengandung gula berlebih. Hiiii, saya nggak mau produk yang kayak begini masuk ke tubuh saya dan terlarut dalam ASI. Setelah pusing bolak-balik pilih ASI booster, pilihan saya jatuh pada Momyes.

Review Momyes ASI Booster

Dulu saat mengASIhi anak saya yang pertama, Aqsa, saya cueekkk banget dengan volume ASI karena saat itu DBF. Pas saya review ulang buku KMS-nya ternyata kenaikan BB-nya seret banget mulai dari bulan ketiga, huhu. Ah andai tahu semua tips yang ada di atas plus rekomendasi ASI booster yang bagus, saya tentu nggak akan pusing bertahun-tahun bergulat dengan BB Aqsa yang kecil mungil pada saat itu. Dengan pengalaman ini juga, saya nggak mau terulang kembali di Hagia. Ada untungnya juga saya jadi mom eping karena secara nggak langsung juga saya bisa menghitung volume harian hasil perah saya dan mengusahakan meminumkan ASIP sesuai dengan volume yang direkomendasi dokter.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Suka Duka Menaikkan Berat Badan Anak

Itulah kenapa ASI booster penting banget sekarang ini. Sekarang pun buanyaakk banget produk ASI booster di pasaran, namun sebagai konsumen tentunya kita wajib cerdas memilih. ASI booster sekarang ini nggak hanya berbentuk pil, tapi juga ada yang berbentuk susu dan cemilan (cookies). Yang harus dilihat dalam memilih ASI booster apalagi selain kandungan di dalamnya. Coba lihat apa saja kandungannya, produk kimia ataukah herbal, bagaimana kandungan gulanya dalam susu almond atau cookies (yang kemarin-kemarin sempat heboh karena beberapa produk ternyata kandungan gulanya berlebih), serta apakah HALAL atau tidak (ada produk-produk ASI booster yang ternyata mengandung babi).

Dan pilihan saya jatuh pada Momyes. ASI booster yang satu ini selain mudah ditemukan apalagi secara online, punya banyak pilihan produk mulai dari kapsul pelancar ASI, susu almond, hingga healthy cookies.

1. Momyes Kapsul Pelancar ASI

Momyes Kapsul Pelancar ASI merupakan kapsul yang terbuat dari 5 bahan superfood alami (almond, katuk, kelor, fenugreek, & kurma) yang dapat mengoptimalkan produksi ASI. Dilihat dari bahan-bahannya, memang terdiri dari sumber makanan yang biasanya digunakan untuk ASI booster alami. Nggak heran kalau akhirnya disatukan dalam kapsul yang ternyata ramah untuk vegetarian ini.

Momyes Kapsul Pelancar ASI ini berbentuk kapsul yang berbau seperti jamu (dan ternyata label produknya juga jamu) sehingga saya nggak khawatir akan bahaya kandungan kimia di dalamnya. Di dalam kapsul beningnya kalau diamati ada semacam bubuk yang baunya khas jamu. Selain juga sudah terdaftar di Badan POM, Momyes ASI Booster ini juga sudah memiliki logo HALAL certified MUI sehingga saya nggak khawatir akan statusnya. Kapsul ini direkomendasikan untuk diminum 2 kali sehari.

Setelah dirutinkan minum Momyes Pelancar ASI serta menerapkan tips yang telah saya tulis di atas, terjadi peningkatan yang signifikan pada ASIP saya. Yang biasanya sekali memompa hanya dapat 150-180 ml, kini bisa mencapai 200 ml lebih. Selain itu, payudara juga terasa cepat penuh sebelum tiba waktunya memompa. Semua ini pas banget momennya dengan saya harus mendongkrak volume kebutuhan ASI per hari buat Hagia (9 bulan) dari yang tadinya hanya 750 ml kini harus 850 ml per hari sesuai anjuran DSA-nya.

2.Momyes Almond Mix

merupakan minuman almond yang terdiri dari 5 bahan superfood alami (almond, katuk, kelor, fenugreek & soya) dengan 5 varian rasa yang enak ( Greentea, Karamel, Choco Hazelnut, Strawberry, Taro). Minuman ini diklaim rendah gula dan tidak membuat eneg serta meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Momyes Almond Mix ini juga tanpa kandungan susu sapi, cocok untuk ibu dengan anak yang memiliki riwayat alergi susu sapi. Kandungan superfood yang ada di dalamnya membuat Momyes Almond Mix kaya nutrisi, termasuk asam folat, serta vitamin B1, B6, C, D, dan E.

Yang saya suka di dalamnya adalah berbentuk single pack sehingga mudah dibawa dan langsung diseduh tanpa perlu disaring atau diblender. Momyes Almond Milk ini bisa dinikmati hangat atau dingin. Rekomendasi dari saya atas pengalaman, Momyes Almond Mix diseduh dengan air hangat di pagi hari sebelum memulai aktivitas dan perut masih kosong atau saat hari hujan bikin mood naik. Walaupun dinikmati saat perut masih kosong nyatanya nggak bikin eneg atau nyeri di perut walaupun saya penderita asam lambung.

Kebetulan saya pernah mencoba 2 varian Momyes Almond Mix yaitu varian Choco Hazelnut dan Taro. Keduanya terasa creamy, tidak begitu manis, dan tidak meninggalkan after taste yang nggak enak, seperti bau amis atau bau besi saat diminum. Varian taro memiliki bau khas yang hampir mirip dengan campuran vanila dan ubi ungu membuat Momyes Almond Milk rasa taro semakin menyenangkan untuk diminum. Sementara varian choco hazelnut memiliki bau dan rasa seperti kopi latte yang ada di cafe-cafe, rasa dan baunya ini mengurangi trauma saya terhadap minum susu. Yah, anggap saja sedang ngopi-ngopi syantik!

Selain rasa yang enak, minum Momyes Almond Mix juga memiliki manfaat yang cukup banyak. Meminumnya bikin rasa bahagia muncul yang berarti satu hal yang bisa melancarkan proses menyusui sudah dipenuhi. Selain itu, ASI juga menjadi lebih kental dan hindmilk lebih banyak.

3. Momyes Momkukis & Momkukis Mini

merupakan kukis dengan 2 varian rasa (Dark Choco & Matcha) dengan kandungan bahan oats dan almond. Momyes Momkukis juga diklaim tinggi asam folat, laktose free, dan vegan friendly sehingga cocok untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Dalam 1 keping Momyes Momkukis ini mengandung mineral, zat besi, asam folat, kalsium, dan vitamin.

Sejujurnya, saya kurang begitu suka kukis manis yang biasa dijual di pasaran karena selain manis banget sampe giung alias manisnya nggak ngotak, juga kadang bikin perut bergas karena kandungan tepungnya. Sebagai orang dengan asam lambung, makanya saya menghindari makanan-makanan seperti kukis manis. Tapi berbeda dengan Momyes Momkukis. Bentuknya yang lumayan tebal memang nggak membuat tekstur kukis jadi crunchy seperti kukis cemilan di pasaran tapi justru ini yang saya suka. Teksturnya padat tapi tetap ramah untuk digigit. Di mulut pun tidak bandel menempel di gigi. Kandungan oatnya yang berasa banget begitu dinikmati membuat kukis menjadi padat. Pun dengan kandungan gulanya masih sangat nyaman dinikmati karena sekali lagi: tidak begitu manis.

Saya biasanya menjadikan Momyes Momkukis ini untuk cemilan kala pumping. Saat dan setelah pumping yang biasanya lapar banget, bisa diganjal dulu dengan kukis ini. Dimakan saat perut kosong dalam jumlah banyak pun nggak bikin perut bergas atau eneg. Rasanya pengen lagi dan lagi.

Satu hal yang saya rasakan saat pumping sambil makan kukis tuh bahagia. Makanan manis emang nggak pernah gagal untuk membangkitkan mood. Selain bahagia, kita juga bisa dapat bonus ASI yang lebih berkualitas berkat kandungan almondnya.

 

Semua produk Momyes ini pun sudah bisa dibeli khususnya di toko-toko online yang familiar dengan kita. Jadi, nggak ada kata menyerah untuk mom eping kalau mendapatkan ASI booster bisa semudah dan seenak ini.

So, harus bahagia, menata jadwal hidup, dan didukung oleh ASI booster yang cocok agar mom eping tetap bisa konsisten menyusui, mempertahankan kuantitas serta kualitas ASI agar bisa memberikan yang terbaik buat anak. Mom eping juga tetap ibu yang berusaha memberikan yang terbaik, kok. Makanya tetaplah percaya diri, konsisten, dan jangan salah memilih ‘pendukung’ saat akhirnya kamu harus menjadi mom eping.

 

 

0 Comments
Previous Post
Next Post