Sejak menikah, hampir setiap tahun keluarga kecil kami berkurban. Selama 12 tahun, sepertinya hanya tahun lalu kami skip berkurban karena riweuh pulang kampung dan saya hamil besar. Selebihnya, kami selalu usahakan berkurban baik itu kambing atau sapi, berkurban di rumah, masjid di kampung, atau menyembelih sendiri di rumah kami di kampung halaman sana. Karena sudah menjadi semacam rutinitas tahunan, rasanya kalau nggak berkurban seperti ada yang kurang.
Secara logika, berkurban tentu akan mengurangi dana tabungan yang telah kami simpan berbulan-bulan selama setahun. Tapi, matematika Allah tidak seperti yang kita pikirkan. Ada yang bilang, dalam hal kurban Allah tidak memanggil yang mampu tetapi memampukan yang terpanggil. Dari sini saja saya meyakini kalau memang sudah ada niat untuk berkurban, insyaallah kita akan dimampukan oleh Allah SWT.
Kurban dan Pengaruhnya untuk Diri Sendiri
Ibadah kurban pada dasarnya adalah mencontoh keikhlasan Nabi Ibrahim ketika diuji oleh Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya, Nabi Ismail yang pada akhirnya digantikan dengan seekor domba. Dari peristiwa tersebut bisa dimaknai bahwa sebagai manusia kita harus tabah dan ikhlas ketika diberikan ujian oleh Allah SWT sehingga kita pada akhirnya bisa mendapatkan hasil yang positif.

Kurban memang bukan kewajiban, tetapi kalau memang kita mampu kenapa tidak? Bukan hanya soal ibadahnya, hakikat kurban lebih dari itu. Kurban adalah juga soal berbagi. Buat pribadi, kurban secara tidak langsung selain merelakan hal keduniawian (materi) yang kita cintai, tetapi juga sarana untuk membersihkan harta kita. Well, karena apa yang kamu miliki bukan sepenuhnya adalah milikmu. Melalui kurban, saya dan keluarga bisa berbagi pada masyarakat sekitar, tahu lebih dekat tetangga, dan malahan jadi ajang mengakrabkan diri.
Nyatanya, untuk diri sendiri berkurban merupakan manifestasi bentuk syukur umat Muslim kepada Allah SWT atas segala anugerah nikmat yang diberikan. Makna dan manfaat kurban untuk diri sendiri, antara lain :
1. Sebagai ungkapan syukur
Di dalam rezeki yang kita dapatkan ada hak saudara kita yang kurang mampu. Itu sebabnya, dianjurkanlah berkurban bagi yang mampu sebagai ajang berbagi kepada sesama.
2. Mendekatkan diri kepada Allah
Berkurban berarti merelakan hal yang kita cintai untuk Allah karena sebesar-besar cinta adalah cinta kepada Allah. Hal itu bisa diartikan menyembelih hewan untuk melaksanakan perintah Allah SWT sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
3. Sebagai pengugur dosa
Berkurban juga dapat dimaknai sebagai penebusan dosa. Hal tersebut disebutkan dalam salah satu hadis yang berbunyi sebagai berikut.
“Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban)
4. Mensucikan jiwa, raga, dan harta benda
Bukan hanya zakat, infaq, dan sedekah, berkurban juga jadi kesempatan kita untuk meyucikan diri dan harta benda yang telah kita raih. Berkurban seperti membilas segala rezeki yang kita dapatkan. Harapannya, dengan keikhlasan dalam berkurban kita akan mendapat keberkahan dan ridho-Nya atas segala sesuatu yang didapat.
5. Arti sebuah pengorbanan serta keikhlasan
Ketika melakukan ibadah kurban tentunya kita perlu mengorbankan sebagian harta untuk membeli hewan kurban di mana hasil penyembelihannya akan dibagikan ke orang yang membutuhkan. Dengan mau berkorban demi orang lain, seseorang diharapkan bisa mengikis sifat-sifat buruk seperti kikir/pelit, iri, dan dengki di dalam dirinya.

Manfaat Kurban untuk Masyarakat
Manfaat kurban secara sosial tentunya banyak sekali. Efeknya malah domino, bukan hanya untuk masyarakat penerimanya tetapi juga para pedagang hewan kurban, peternak, dan orang-orang yang berhubungan dengan itu. Berkali-kali kurban di tempat yang berbeda, saya bisa melihat langsung kegembiraan masyarakat penerimanya. Di cluster saya yang notabene jarang tersentuh pembagian hewan kurban dari masjid setempat, saat pembagian kurban terasa menyenangkan. Selain bisa beramah-tamah sama tetangga juga akhirnya bisa memberikan pengalaman menerima daging kurban pada mereka yang selama cluster saya ada, tidak pernah dapat jatah.
Ini baru dalam lingkup kecil ya. Dalam lingkup yang lebih luas, negara atau dunia, kurban tentu memiliki manfaat yang lebih banyak. Apalagi sekarang kurban bisa dilakukan online, kita bisa memercayakan hewan kurban yang telah kita pesan untuk disembelih dan didistribusikan pada penerima yang tepat, seperti yang bertahun-tahun sudah dilakukan Dompet Dhuafa melalui programnya Tebar Hewan Kurban. Bahkan, banyak di antara mereka yang justru merasa lebih tenang dan bahagia ketika tahu kurbannya diterima oleh saudara-saudara di wilayah pelosok, pedalaman, atau kawasan bencana. Mereka yang sebelumnya belum pernah mencicipi daging, kini bisa merasakan kegembiraan karena ada kurban dari seseorang yang tak mereka kenal.
Beberapa manfaat kurban yang bisa dirasakan masyarakat, baik itu kurban secara online atau offline, antara lain:
- Menumbuhkan kepedulian antarsesama dengan berbagi hewan kurban yang bisa dijadikan sebagai bahan makanan
- Memberdayakan usaha ternak khususnya ternak lokal masyarakat
- Peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat miskin atau mereka yang berada di wilayah tertinggal atau pelosok agar bisa merasakan pangan dari hewan kurban
- Membantu dan menjaga kehidupan sosial dengan berbagi baik itu kepada fakir miskin, yatim piatu, atau malah mereka yang berada di wilayah konflik

Pun dengan adanya metode kurban secara online, memudahkan kita yang tinggal di wilayah perkotaan untuk bisa berkurban tanpa ribet. Buat kalian yang sibuk, nggak harus repot-repot buat mencari hewan kurban dari satu penjual ke penjual lain, memeliharanya sampai waktu pemotongan tiba, dan mendistribusikannya langsung. Melalui lembaga yang bisa dipercaya seperti Dompet Dhuafa, semua sudah dilakukan secara sistematis. Bahkan, penyalurannya pun diusahakan tepat penerima entah itu untuk mereka yang berada di pelosok atau masyarakat miskin di pedalaman.
Memilih lembaga yang bisa dipercaya untuk kurban pun harus berhati-hati. Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga yang bisa dipercaya dan amanah dalam mengelola kurban yang telah kita pasrahkan. Hal ini terbukti karena sudah belasan tahun mereka melakukan itu. Beberapa keuntungan saat berkurban di Dompet Dhuafa, antara lain:
Alasan berkurban melalui Dompet Dhuafa :
- Distribusi ke wilayah membutuhkan (wilayah miskin, tertinggal, daerah pedalaman, wilayah yang masyarakatnya belum pernah/jarang sekali menikmati daging hewan kurban, serta wilayah bencana/rentan konflik)
- Laporan kurban transparan. Pekurban akan mendapatkan laporan kurban secara lengkap dan akan diberikan update ketika pemotongan
- Memberdayakan peternak lokal hewan kurban binaan Dompet Dhuafa untuk mandiri dan membentang kebaikan
- Hewan kurban berkualitas sudah layak untuk dikurbankan menurut syariat Islam, dan melalui proses Quality Control yang amanah
- Kurban disalurkan pada saudara kita yang benar-benar membutuhkan di pelosok Indonesia serta di berbagai penjuru dunia (daerah konflik) dengan wujud daging kurban beku

So, apapun bentuknya dan metodenya, kurban adalah salah satu cara menebar kebaikan pada banyak orang. Tidak perlu menunggu hingga benar-benar mampu, justru mereka yang terpanggillah yang akan dimampukan oleh Allah SWT. Dan buat kalian yang nggak mau ribet, percayakan kurban di Dompet Dhuafa, aja! Insyaallah amanah dalam mengelola dan mendistribusikan hewan kurban yang telah kalian beli.
