Staycation Pertama Kali saat Pandemi di Eastparc Hotel

Staycation Pertama Kali saat Pandemi di Eastparc Hotel

Selama pandemi, saya nggak pernah sama sekali berniat staycation. Kalaupun pengen jalan-jalan, maunya yang sehari sampai dan nggak harus bolak-balik. Kalau ditanya kangen staycation nggak? Kangen lah, kangen banget malah. Pengen ngajakin Aqsa yang udah gede juga buat staycation dan pastinya akan membekas di dia. Soalnya Aqsa terakhir staycation itu pas umur 4 bulan.

Baca Juga:   Staycation Pertama bersama Aqsa di Hotel Neo Kebayoran

Sayangnya, kondisi pandemi tuh nggak tentu. Ada kalanya landai, tapi ada saatnya meningkat tajam jumlah orang yang terinfeksin covid-19. Dan sialnya, saat pulang kampung kami terjebak PPKM Darurat yang mengharuskan kami di rumah terus sampai jamuran. Niatan staycation pun dibuang jauh-jauh.

Hingga akhirnya kami diharuskan service mobil rutin dan bengkel Honda hanya ada di Magelang atau Yogyakarta, kota tetangga kampung halaman saya. Karena berbagai alasan, akhirnya kami memilih Jogja sebagai tempat service mobil. Sementara itu, suami saya yang kebagian menyetir mengusulkan buat sekalian staycation aja daripada capek bolak-balik Jogja-Kutoarjo. Saya yang udah hampir jamuran di rumah sih tentu saja setuju.

Baca Juga:   Cerita Menginap Semalam di Sofyan Inn Unisi Hotel Yogyakarta

Hotel yang kami pilih buat staycation kali ini adalah Eastparc Hotel Yogyakarta. Alasannya selain dekat banget dari tempat service (hanya berjarak sekitar 400 m) juga hotelnya punya banyak fasilitas buat keluarga. Yah, kan kami staycation sambil nyenengin Aqsa yang udah terkurung berbulan-bulan di rumah aja, ceritanya. Jadilah kami pilih hotel yang banyak fasilitasnya.

Staycation di Masa Pandemi

Karena ini adalah staycation pertama kami di masa pandemi, selain excited tentulah kami sangat rempong. Karena selain bawa barang kebutuhan Aqsa, kami juga bawa banyak baju yang rencananya akan dipakai buat ganti kalau kami habis bermain dari tempat yang banyak kerumunan orangnya.

Beruntung karena saat staycation itu, PPKM di Jogja levelnya udah menurun walaupun masih cukup tinggi (level 3), tapi ini better daripada level 4 atau darurat. Selain itu, kami juga memilih menginap di hari kerja demi menghindari hotel penuh saat weekend.

Baca Juga:   Pengalaman Melewati PPKM Darurat di Kampung Halaman

Tapi, namanya staycation saat pandemi pastilah jauh berbeda dengan staycation di situasi normal. Apalagi saya membawa anak yang notabene masih balita. Tentu harus diperhatikan betul setiap gerak-gerik plus protokol kesehatannya.

Berikut beberapa tips untuk staycation bersama keluarga saat pandemi ala saya:

  • Pastikan menginap di situasi dan tempat yang cukup aman, artinya tidak di zona merah dan tidak saat angka covid sedang naik-naiknya
  • Cari informasi selengkapnya soal hotelnya, biasanya saya kalau di aplikasi saya lihat bagaimana informasi soal protokol CHSE apakah sudah diterapkan, karyawannya apakah sudah vaksin, dan bagaimana mereka merawat fasilitas di masa pandemi

    banyak sudut hotel dilengkapi dengan handsanitizer
  • Kalau belum yakin, silakan telepon langsung atau kontak ke nomer kontak hotel dan tanyakan apa-apanya sedetail mungkin. Saya sebelumnya menanyakan lewat WA (kebetulan ada no WA yang tersedia) soal gimana prokesnya, apakah karyawan sudah vaksin, gimana pengaturan breakfast, gimana kebersihan fasilitas seperti playground, dll
  • Bawa baju yang banyak, buat ganti kalau kita habis beraktifitas di luar ruangan
  • Bawa masker dan cadangannya yang banyak untuk sering-sering ganti
  • Rajin cuci tangan khususnya setelah dari luar atau bertemu dengan orang lain
  • Bawa handsanitizer, saya bawa yang besar untuk di mobil dan kamar dan yang kecil untuk dibawa saat keluar ruangan
  • Kalau ingin keluar kamar dan menikmati fasilitas hotel seperti saat breakfast, pilih tempat yang sepi dan hindari kerumunan

Ada lagi yang mau menambahkan tips untuk staycation saat pandemi?

Staycation di Eastparc Hotel Yogyakarta

Eastparc Hotel adalah pilihan hotel yang kami jatuhkan untuk staycation. Hotel ini menurut saya pas banget buat keluarga khususnya keluarga muda yang punya anak kecil. Sayangnya hanya satu, hotel ini nggak puas untuk dinikmati hanya satu malam, haha.

Room…

Kami menempati kamar tipe Deluxe Twin Room dengan 2 kamar tidur single. Selain fasilitas dan ammenities hotel yang umumnya biasa didapat saat menginap di hotel, fasilitas lain yang istimewa menurut saya adalah:

  • Kids matras
  • Bakpia gratis senagai welcoming food
  • Fasilitas menyetrika (meja dan setrika)
  • Hairdryer
  • Bathrobe
  • Gula aren di jajaran kopi dan teh (mungkin karena minuman kopi gula aren sedang ngetren kali ya)
  • Jemuran baju di balkon
  • Jemuran baju di dalam kamar mandi

Fasilitasnya so far saya sih puas banget. Apalagi ada kids matras, kalau yang bawa 2 anak atau anaknya sudah besar bisa banget tidur di kids matras biar nggak sempit. Ammenitiesnya juga lengkap. Sayangnya, di dalam kamar atau ammenities kurang 1 lagi yaitu hand sanitizer. Padahal saya udah ngarep ada hand sanitizer kecil di kamar (karena saya bawa botol besar yang 1 liter), tapi ternyata nggak ada.

Saya menempati kamar yang viewnya pas banget Gunung Merapi. Untungnya, di hari kami menginap nggak mendung sama sekali. Jadi kami bisa melihat Merapi di siang hari dan eksotisnya gunung ini saat matahari terbit.

Baca Juga:   Kisah 'Mengejar Matahari' di Gili Trawangan

Yang lebih menyenangkannya lagi WIFI HOTELNYA KUENCENG. Hahahaha. Saya yang udah haus banget sama wifi sejak di kampung halaman, pas di hotel ini bisa download sepuasnya dan sebanyak-banyaknya.

Fasilitas Hotel…

Satu hal yang bikin hotel ini istimewa buat staycation keluarga adalah banyaknya wahana yang bisa dijadikan hiburan bagi yang menginap di sini. Saat check in, biasanya pengunjung akan diberi beberapa tiket yang berlaku selama masa menginap. Tiket ini adalah bagian dari fasilitas hotel yang bisa dinikmati.

Berbagai wahana ini bisa dinikmati dengan atau tanpa tiket, antara lain:

  • ATV Ride Safari (dengan tiket)
  • Kudalari Garden dengan wahana naik kuda berkeliling kebun atau taman (dengan tiket)
  • Fragile garden atau taman untuk aneka satwa melata (dengan tiket)
  • Kolam renang anak dan dewasa
  • Eastparc trail
  • Aquaparc atau wahana bermain air (dengan tiket)
  • Children Playground
  • Outbound station (dengan tiket)
  • Workout station atau tempat gym
  • Kids Movies (dalam perbaikan saat kami menginap)
  • Cyclist corner
  • Koi pond atau kolam ikan koi
  • Kebun anggrek
  • Kebun hidroponik
  • Kandang rusa dan kuda
  • Kandang kucing
  • Berbagai hiasan transportasi tradisional Yogyakarta seperti becak dan delman

Selain fasilitas hiburan di atas juga ada galeri lukisan, butik batik, galeri Bakpia Djogja, dan Retreat Spa serta berbagai ruangan meeting.

Karena hanya sehari dan kami pilih-pilih banget menikmati fasilitas dengan memperhatikan protokol kesehatan, jaga jarak, dan usia anak, kami hanya sempat untuk mencoba beberapa saja, seperti: ATV, naik kuda di Kudalari Garden, children playgrounds, kolam renang anak, kebun anggrek, dan binatang di kandangnya.

Seru sih sebenarnya kalau punya 2 anak dan udah memasuki usia sekolah karena mereka bisa menikmati berbagai fasilitas kayak aquaparc atau outbound tanpa terhambat usia atau tinggi/berat badan.

Walaupun begitu, saya sama Aqsa masih sempat mencoba buat berenang meskipun cuma beberapa menit. Iya, beberapa menit karena Aqsa yang tadinya excited dan gegayaan pengen berenang (malah dah mau lari masuk kolam dewasa aja dan naik perosotannya buat meluncur), ternyata kicep setelah masuk kolam karena airnya bagi dia dalam alias sedagunya. Padahal dia udah pakai life jacket dan pegangan saya kencang banget, haha. Ini mah judulnya cuma basah-basahin baju aja.

fasilitas lain dari hotelnya

Tapi walaupun permainan untuk anak seusia Aqsa masih terbatas di hotel ini, saya dan suami udah merasa puas dan senang banget. Bahkan kurang waktunya karena fasilitas sebanyak itu kami coba nikmati hanya dalam satu malam. Kebayang kan, ngejar pengen naik itu atau coba ini tapi dengan bawa anak 3 tahun yang fisiknya nggak boleh terlalu lelah, harus selalu aware physical distancing, dan kadang masih harus dibujuk karena moody?

Baca Juga:   #CeritaIbu: Mengajak Anak ke Luar Rumah di Masa Pandemi

Btw, untuk tiket yang diberlakukan untuk masuk ke berbagai wahana tuh sudah termasuk dalam fasilitas hotel. Jadi gratis alias nggak bayar apa-apa lagi. Tapi memang terbatas, 1 kamar hanya 2 tiket. Tapi sudah puas banget lah.

Oh ya, saat baru check in kita juga dikasih tiket untuk menikmati welcome drink dan cemilan di restonya. Walaupun cuma kopi atau teh dan keripik-keripik ringan, lumayan banget buat nongkrong sambil istirahat sebelum akhirnya mulai menikmati berbagai fasilitas.

Breakfast…

Sarapan tuh jadi hal yang paling saya tunggu-tunggu saat staycation atau menginap di hotel. Sarapan yang enak dan variatif, biasanya meninggalkan kesan tersendiri buat saya sebagai seseorang yang suka makan.

Ternyata saat pandemi gini, sarapan di hotel terjadwal. Ada 3 shift yang bisa dipilih yaitu jam 06.00-07.30, 07.30-09.00, atau shift terakhir jam 09.00-10.30. Dan suami saya pilih shift kedua dengan pertimbangan waktunya nggak terlalu pagi atau siang, pas dengan jam bangun dan sarapan Aqsa.

Walaupun saat itu hari kerja dan waktu sarapan sudah dibagi dalam beberapa shift, tapi ternyata suasana di tempat makan tetap aja ramai. Banyak keluarga dan tamu lain yang juga sarapan sama dengan kami. Untunglah tempat makan ada di area indoor dan outdoor, maka kami pun pilih di area outdoor yang lebih lega sirkulasi udaranya.

Ada banyak sekali menu sarapan di hotel ini. Dari buffet western, gudeg, bakmi godog, roti, sosis, bubur ayam, aneka kue, buah, es krim, pop corn, dan masih banyak lagi. Bikin senang mata lihatnya. Tapi, karena waktu terbatas dan saya makan sama Aqsa yang notabene suka nggak betah duduk lama, akhirnya cuma nyobain beberapa kayak bubur, omelet, sosis, gudeg, eskrim, aneka kue, popcorn, dan minuman.

Awalnya, saya agak ragu Aqsa akan suka dan bisa makan makanan breakfast hotel karena takutnya lauk dan tekstur nasinya bukan selera dia. Tapi dia malah lahap, lho! Bahkan dia makan nasi, bukan bubur. Dia lahap makan nasi, ikan ditepungin, dan sausnya lalu mencoba omelet dan sosis plus makan popcorn.

So far, rasa makanannya pun enak dan nggak hambar. Saya yang makan menu gudeg pun enak. Gudegnya nggak manis banget, sambalnya enak dan pedasnya pas, sayur lainnya pun kayak krecek masuk di lidah saya.

Secara keseluruhan saya senang banget menginap di hotel ini. Pas banget buat keluarga dan bisa bawa anak-anak. Harganya pun reasonable dan worth it dengan segala fasilitas yang diberikan. Sayangnya, seluruh fasilitas hotel nggak cukup untuk dinikmati dalam satu malam. Minimal harus menginap 2-3 malam di sinilah biar puas bisa menjelajah semuanya.

Aqsa sangat menikmati dari makan, mandi, sampai istirahat di kamar. Tempat favoritnya tentulah playground karena dia bisa puas bermain perosotan sambil lari-larian. Kami juga bisa sedikit selonjoran sambil ngawasin dia main.

Kalau punya kesempatan dan rezeki, pengen balik lagi nginep di hotel ini sambil bawa keluarga (ibu, bapak, mertua atau sepupu-sepupu yang punya anak-anak kecil). Kayaknya akan seru deh karena banyak fasilitas yang bisa dinikmati bersama keluarga di sini.

 

0 Comments
Previous Post
Next Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota