Mengurangi Bekas Jerawat dengan ERHA Ultimate Acne Cure

Mengurangi Bekas Jerawat dengan ERHA Ultimate Acne Cure

¨Ẅajahmu bagai rembulan…¨

Jangan geer kalau ada yang bilang kayak gini ke kamu. ´Pujian´ kayak gini tuh populer di masa sekolah saya dan ini tuh buat bully-an secara halus. Kok bisa?

Kalian tahu kan aslinya permukaan bulan? Yap, nggak halus tapi bolong-bolong alias nggak rata dan juga punya tingkat kecerahan yang berbeda antara satu titik dan titik lain. Makanya guru saya sewaktu sekolah selalu mengingatkan, jangan senang dulu kalau ada yang memuji wajahmu seperti rembulan karena itu berarti permukaan wajahmu bisa jadi bolong-bolong dan ada bercak-bercaknya alias banyak bekas jerawatnya.

coba kalau permukaan wajahmu begini, udah mah nggak rata warnanya, banyak bintik hitam/cokelat, trus banyak lubang-lubangnya

Bopeng Bikin Nggak Pede

Dan ya, permukaan wajah saya ternyata begitu. Jerawat parah semasa SMA dan penanganannya dengan facial yang nggak tepat saat itu (plus tangan nakal saya yang selalu gatal pengen utak-atik jerawat) bikin berbekas hingga saat ini. Bopeng di banyak area wajah sih yang paling mendominasi, khususnya di pipi kanan dan kiri.

Baca Juga:   Kisah Si Wajah Rempeyek Mengumpulkan Rasa Percaya Diri

Bopeng ini sebenarnya bikin nggak pede banget di saya. Karena kalau bintik hitam bekas jerawat masih bisa ditutupin pakai concealer, nah kalau bopeng gimana nutupinnya? Kalaupun harus didempul, setebal apa? Makanya, meskipun udah dandan semaksimal mungkin, sebagus apapun, bopeng tetap kelihatan.

Itu kenapa saya nggak suka selfie atau foto dari jarak dekat karena udah pasti bopengnya kelihatan banget. Cuma ada 1 cara menghilangkan bopeng dengan instan yaitu: edit foto! Hahaha. Tapi ya itu hanya untuk foto, sementara di real life-nya susah banget.

bekas jerawat bikin nggak pede buat selfie

Karena udah pasrah dengan bopeng, ya udahlah saya nggak bisa apa-apakan lagi. Konon bopeng ini susah sekali buat diperbaiki atau bahkan nggak bisa. Kalaupun bisa, harus merogoh kocek yang nggak sedikit. Makanya, saya hanya bisa membiarkannya sambil tidak mengulang kembali kesalahan saya kayak mencetin jerawat atau facial yang nggak jelas yang bisa menyebabkan bopeng. Sampai akhirnya saya mengenal ERHA Ultimate Acne Cure yang diklaim bisa membantu mengobati jerawat dan bekas-bekasnya.

Perawatan ERHA Ultimate Acne Cure

Saya udah dengar nama ERHA Clinic dari lama, dari sejak masih kuliah di Bandung, tempat ini adalah salah satu klinik kecantikan yang populer di kota kembang. Hanya saja, saya belum pernah berkesempatan buat perawatan secara intensif di ERHA.

ERHA Clinic ternyata sekarang ada banyak banget cabangnya, bukan cuma di Bandung. Di Jabodetabek sudah bejibun dan mudah sekali ditemui. Perawatan dari rambut hingga kulit ada di klinik ini. Sayangnya, pandemi masih membayangi kita semua dan saya termasuk salah satu orang yang masih mikir berulang kali untuk masuk faskes atau klinik walaupun itu sekadar klinik kecantikan. Tapi ketika ke ERHA, pandangan saya jadi berubah.

Baca Juga:   Pengalaman Sakit saat Pandemi

Nggak Khawatir dengan Protokol Kesehatan di ERHA Clinic

Saya memutuskan buat memeriksakan bekas jerawat termasuk bopeng di ERHA Clinic Bintaro, yang paling dekat dengan rumah saya. Sejujurnya, saat berangkat ke klinik saya masih sangsi dan sedikit clueless soal prokes di klinik nanti gimana apalagi saya bawa Aqsa. Tapi ternyata prokes di ERHA Clinic Bintaro cukup ketat.

Baca Juga:   #CeritaIbu: Mengajak Anak ke Luar Rumah di Masa Pandemi

Sebelum masuk ke dalam klinik, kita disediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan di luar untuk menjaga kebersihan tangan. Setiap titik-titik tempat mengantri baik itu di depan pintu masuk atau front office pun sudah diberi tanda jarak sejauh 1,8 meter agar bisa physically distancing.

Sesaat setelah masuk, pengunjung diharuskan untuk mengukur suhu tubuh di termometer yang telah disediakan. Untuk pendaftaran pasien pun mereka sudah online dan contactless yaitu dengan menggunakan barcode yang bisa dipindai di handphone. Barcode nanti akan mengarah ke sebuah formulir g-form yang harus diisi sebagai data pasien.

Hari itu pas banget masih pagi dan sepi. Jadi di ruang tunggu vibes-nya tenang dan yang pasti tiap kursi atau bangku juga sudah diberi tanda peringatan untuk menjaga jarak baik itu di lantai 1 (tempat menunggu obat atau pendaftaran) atau di lantai 2 (tempat menunggu panggilan dokter dan perawatan). Jadi, kalaupun ada pasien atau pengunjung lain nggak parno-parno amat deh.

ruang tunggu di lantai 1

Oh ya selama di dalam klinik, masker is a must ya. Artinya baik pengunjung dan pihak klinik semuanya wajib bermasker. Di ERHA Clinic juga sudah tertera bahwa seluruh staf dan dokter di sana sudah fully vaccinated. Jadi nggak perlu khawatir soal status vaksin mereka.

Sementara itu, untuk protokol kesehatan saat bertemu dokter pun saya nggak khawatir. Yang pertama, dokter dan pasien semuanya memakai APD, masker, dan face shield. Di ruang konsultasi pun, antara dokter dan pasien juga diberi semacam penyekat untuk mencegah penularan virus covid-19.

Nggak berhenti di situ. Saat perawatan pun protokol kesehatan ketat juga tetap ditegakkan. Pasien yang akan melakukan perawatan di ruangan khusus, selain diberikan baju APD dan tutup kepala/haircap juga diharuskan berkumur terlebih dahulu dengan mouthwash yang sudah mereka sediakan. Mouthwash dikemas dalam satu botol kecil agar bisa langsung dipakai pasien untuk berkumur. Katanya, tindakan ini dilakukan khusus hanya untuk selama pandemi. Nggak nyangka sampai sedetail itu pencegahannya ya. Saya pun jadi tenang buat perawatan di ERHA Clinic.

Pilih-Pilih Perawatan Jerawat yang Tepat

Sekarang ERHA Clinic memiliki program perawatan untuk kulit berjerawat yang dinamakan ERHA Ultimate Acne Cure. ERHA Ultimate Acne Cure merupakan solusi klinis untuk mengatasi permasalahan jerawat aktif maupun bekas jerawat oleh skin expert. Program ini juga efektif, aman, dan personalized karena:

  • Ditangani oleh Skin Expert
  • Menggunakan teknologi modern dan terkini
  • Teruji secara klinis
  • Personalized jadi bisa disesuaikan dengan permasalahan dan kondisi kulit

Perawatan yang tepat akan mendukung efektivitas dalam proses penyembuhan. Jadi, sebelum kalian memutuskan mau perawatan apa untuk menyembuhkan jerawat dan bekas-bekasnya, kalian juga harus tahu bahwa ERHA Clinic memiliki 5 program baru yang disesuaikan dengan keadaan kulit pasien. Kalian bisa memilih salah satu dari 5 program ini dengan ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter yang ada di klinik.

bukan hanya soal kulit dan jerawat, ERHA Clinic juga menyediakan perawatan untuk rambut, kulit kepala, dan rejuvenation

Program-programnya, antara lain:

  • No Acne No Cry Program
    yaitu solusi untuk mengatasi masalah jerawat aktif baik yang ringan, sedang, maupun berat dengan goals-nya berupa jerawat aktif pada kulit berkurang.
    Program ini dimulai dari harga Rp 767.000 dengan durasi mulai dari 1 bulan.
  • Acne Finale Acne Scar Program
    yaitu solusi untuk mengatasi bekas jerawat jaringan parut atau bopeng pada wajah dengan goals bekas jerawat jaringan parut pada kulit tersamarkan/ tekstur kulit lebih merata
    Program ini dimulai dari harga Rp 897.000 dengan durasi mulai 1 bulan
  • Acne Finale Skin Redness Program
    yaitu solusi untuk mengatasi bekas jerawat kemerahan atau PIE (Post-Inflammation Erythema (redness)) Solution dengan goals berupa bekas jerawat kemerahan pada kulit tersamarkan.
    Program ini dimulai dari harga Rp 687.000 dengan durasi mulai dari 1 bulan
  • Acne Finale Dark Spot Program
    yaitu solusi untuk mengatasi bekas jerawat kehitaman atau PIH (Post-Inflammation Hyperpigmentation) Solution dengan goals bekas jerawat kehitaman pada kulit tersamarkan.
    Program ini dimulai dari harga Rp 837.000 dengan durasi mulai dari 1 bulan
  • Acne Finale Ultimate Program/ Complete Post Acne
    yaitu solusi untuk mengatasi bekas jerawat kemerahan, kehitaman, dan juga jaringan parut atau bopeng dengan goals bekas jerawat kemerahan, kehitaman, dan bopeng/jaringan parut pada kulit tersamarkan serta warna kulit lebih merata.
    Program ini dimulai dari harga Rp 837.000 dengan durasi mulai dari 1 bulan
hayo kamu mau pilih perawatan yang mana?

Nantinya, product dan treatment yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi kulit setelah pemeriksaan oleh dokter. Treatment plannya juga bisa disesuaikan dan fleksibel banget. Tinggal konsultasikan ke dokter aja sesuai dengan kondisi wajah, target, dan budget. Beberapa plan yang bisa dipilih, antara lain:

1. PRODUCT PLAN

Bertujuan mengurangi peradangan dan jerawat. Durasi treatment bisa mulai dari 1 bulan dengan biaya mulai dari Rp 767.000. Terdiri dari 2 langkah perawatan, yaitu:

  • Konsultasi dengan dokter/dermatolog
  • Rangkaian produk

2. BASIC PLAN

Bertujuan untuk mengurangi peradangan dan jerawat. Durasi treatment bisa mulai dari 1 bulan dengan biaya mulai dari Rp 967.000. Terdiri dari 3 langkah perawatan, yaitu:

  • Konsultasi dengan dokter/dermatolog
  • Rangkaian produk
  • 1 jenis acne treatment

3. ADVANCE PLAN

Bertujuan untuk mengurangi peradangan dan jerawat secara lebih optimal. Durasi treatment bisa mulai dari 1 bulan dengan biaya mulai dari Rp 1.737.000. Terdiri dari 4 langkah perawatan, yaitu:

  • Konsultasi dengan dokter/dermatolog
  • Rangkaian produk
  • Lebih dari 1 jenis acne treatment

Pengalaman Perawatan ERHA Ultimate Acne Cure

Setelah tahu bagaimana protokol kesehatan di ERHA Clinic dan berbagai paket perawatan untuk kulit berjerawat, saya pun yakin untuk melakukan treatment di ERHA Clinic. Ditangani oleh dr Yunita Domopolli, SpKK di ERHA Clinic Bintaro, saya pun memulai treatment ERHA Ultimate Acne Cure ini.

Tahap 1: Konsultasi Dokter

Konsultasi dengan dokter adalah pintu masuk pertama untuk perawatan ini. Dokter menanyai panjang lebar tentang riwayat jerawat saya, bagaimana keadaan kulit saat ini, apakah saya ada alergi obat, apakah sering berkegiatan di luar rumah, dll.

Saya ceritakan aja kondisi kulit muka saya yang sekarang lebih banyak bekas jerawat jaringan parut alias bopengnya. Bekas yang kehitaman memang ada, tapi yang paling mendominasi adalah bopeng.

konsultasi bersama expert

Kalau untuk jerawat, jerawat saya sudah nggak separah zaman SMA yang mana semuka penuh itu isinya jerawat. Karena sering memencet jerawat serta facial sembarangan, akibatnya bekas jerawat malah jadi bopeng.

Sekarang jerawat muncul hanya pada saya mau menstruasi dan itu pun di daerah dagu atau hidung. Hanya saja jerawatnya memang besar, berasa gatal, dan kayak bisul. Tapi nanti juga kering sendiri lama-lama, hanya saja berbekas hitam dan lama hilangnya.

Tipe kulit muka saya juga kombinasi. Di bagian T, sering banget terdapat minyak berlebih tapi di bagian lain terkadang sangat kering apalagi kalau sedang musim panas atau berada di ruangan ber-AC.

Sehari-hari saya juga rajin pakai sunblock SPF 30 dan kulit muka saya jarang banget kemerahan atau perih kalau terkena sinar matahari atau kering. Saya juga nggak ada alergi obat apapun. Makanya, dokter Yunita merekomendasikan obat yang ´level´-nya menengah buat kulit saya. Sifat obatnya, nggak begitu keras di kulit tapi juga nggak yang ´lemah´ banget kayak buat orang yang kulitnya mudah iritasi, alergi, atau sensitif.

Nggak lupa, dokter juga memeriksa kulit wajah saya. Sebelumnya, make up saya di muka dihapus terlebih dahulu untuk melihat bagaimana keadaan kulit muka saya. Saya berbaring untuk dilihat kulit bagian depan, kanan, dan kiri. Hasilnya memang kata dokter kulit saya banyak jaringan parut-nya terutama di bagian pipi dan jaringan parut cukup besar atau dalam.

Dokter Yunita bilang, kalau memang banyak jaringan parut terutama di daerah pipi kiri dan kanan. Sedihnya, jaringan parut ini tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikurangi dan disamarkan tetapi dengan perawatan yang intensif.

Karena ada jerawat aktif, saat di pertemuan pertama ini saya mengikuti program No Acne No Cry dulu. Sambil jalan dan mengobati jerawat aktif yang jumlahnya nggak banyak dan kecil-kecil ini, fokus selanjutnya adalah menghilangkan bekas jerawat baik yang kehitaman atau jaringan parut.

Melihat kondisi kulit saya, di pertemuan pertama ini dokter Yunita memberikan 2 perawatan yaitu pemberian cream dan juga tindakan Light Peeling.

Namun, sebelum Light Peeling, dokter memberikan rekomendasi obat dan cara pemakaiannya. Saya mendapatkan 2 cream oles yang dipakai khusus sampai H+4 Light Peeling dan H-4 Light Peeling, 1 botol facial foam, 1 botol toner, 1 botol serum, 1 cream wajah pagi, dan 1 cream malam. Semuanya diresepkan beserta cara pemakaiannya baik siang, malam, ataupun beberapa hari setelah (dan sebelum) Light Peeling.

Selain itu, dokter juga memberi tahu jika beberapa hari setelah LIght Peeling ada kemungkinan kulit akan kering dan mengelupas. Dokter pun menyarankan untuk membiarkannya saja, tidak boleh memegang bagian kulit yang mengelupas, apalagi sampai menariknya. Karena jika sampai menimbulkan luka, akan menghasilkan bekas kehitaman di wajah.

Tahap2: Perawatan Light Peeling

Light Peeling sendiri sebenarnya peeling dengan mengoleskan obat tertentu di wajah yang bertujuan buat membersihkan dan mengangkat sel-sel kulit mati. Perawatan ini dilakukan langsung oleh dokter.

Idealnya, Light Peeling ini dilakukan dengan durasi 20 menit, dengan 15 menit pembiusan dan 5 menit-nya sendiri untuk pengerjaan. Kata dokter, karena masih yang level ´light´, treatment yang ini nggak sakit-sakit amat. Tetapi memang ada kulit atau orang yang masih level light saja sudah kesakitan makanya butuh anestesi.

Karena menurut saya kulit muka saya nggak sensitif-sensitif amat, saya memilih buat Light Peeling tanpa anestesi karena selain lebih cepat juga lebih murah. Sebelum Light Peeling, menurut standar prokes ERHA Clinic, ternyata saya diminta buat berkumur menggunakan mouthwash terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan tindakan.

Light Peeling tanpa anestesi ini ternyata memang nggak ´seberat´ apa yang saya bayangkan. Saya bayanginnya akan sakit banget kayak kalau facial, ternyata nggak.

Tindakan ini diawali dengan pembersihan kulit wajah dan leher sebelum akhirnya diolesi semacam obat yang akan membantu untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati.

Pas kulit muka diolesi semacam obat, kulit (dan leher yang juga diolesi) akan terasa gatal dan sedikit perih, cekit-cekit sih lebih tepatnya. Ini berlangsung selama treatment (kurang lebih 5-10 menit) dengan durasi 3 menit pertama dan apabila masih tahan akan ditambah 2 menit lagi.

Untungnya, saya tahan iman. Eh maksud saya, kulit saya tahan cekit-cekit dan gatal. bahkan cotton bud (fyi, kita akan dikasih cotton bud buat pegang wajah yang terasa sakit atau gatal jadi nggak bersentuhan sama tangan) yang ada di tangan saya ´nganggur´.

Setelah Light Peeling selesai, muka saya masih terasa sedikit cekit-cekit tapi nggak seekstrem pas perawatannya. Yang terasa banget justru kulit muka jadi enteng, bersih bahkan di daerah lipatan cuping hidung, dan saat berkaca lebih glowing. Kulit kelihatan mengilap tapi bukan yang berminyak gitu.

Setelah Light Peeling selesai, saya harus menunggu beberapa saat untuk mengambil produk-produk yang sudah diresepkan oleh dr. Yunita saat konsultasi tadi.

Setelah Perawatan dan Pemakaian Obat

Seperti halnya saran dr. Yunita, saya nggak langsung bisa pakai semua cream dan obat yang diberikan saat perawatan karena pasca-light peeling, harus menunggu sampai H+5 untuk melakukan perawatan rutin dengan step-step yang sudah diberikan oleh dokter. Selama hari ke 1-4, dokter memberikan instruksi khusus dan cream tertentu yang harus dioleskan setelah Light Peeling.

Saat saya menuliskan artikel ini, hampir 2 minggu saya melakukan perawatan ERHA Ultimate Acne Cure. Alhamdulillah, setelah beberapa hari Light Peeling, nggak ada reaksi negatif di wajah saya kayak perih, kemerahan, atau mengelupas. Setelah memakai berbagai cream dan obat pun sejauh ini juga nggak ada reaksi negatif.

Selama 2 minggu ini juga minyak di kulit saya lumayan berkurang. Siang dan pagi hari setelah bangun tidur yang biasanya sangat berminyak, ini masih berminyak tapi nggak ekstrem. Pori-pori khususnya di bagian pipi pun terlihat mengecil.

Saat saya menulis ini pula, hari di mana saya sedang haid dan biasanya sedang berjibaku dengan banyaknya jerawat yang muncul di dagu, hidung, atau jidat. Tapi bulan ini, sama sekali nggak ada jerawat mampir. Padahal biasanya seminggu sebelum haid, bibit-bibit jerawat sudah mulai bermunculan.

Berbagai cream, sabun muka, hingga toner yang diberikan pun terasa ringan di wajah. Bahkan sesaat setelah memakai facial foam yang diberikan, wajah terasa halus banget. Buat perubahan yang terjadi di kulit selama 2 minggu ini, bisa cek juga di foto berikut ini.

Buat yang mau perawatan ERHA Ultimate Acne Cure kayak saya, mahal ngga? Mahal atau nggaknya tentu relatif tetapi kalau hasilnya nyata ya tentu worth it. Untuk kedatangan pertama saya ini, total biayanya Rp 1.453.000 untuk biaya konsultasi, beberapa jenis personalized acne product, dan 1 jenis treatment.

Jadi buat kalian yang merasa nggak pede kayak saya karena bekas jerawat, nggak ada salahnya buat mempertimbangkan perawatan ERHA Ultimate Acne Cure dari sekarang. Apalagi buat yang masih WFH atau di rumah aja selama pandemi, ini jadi kesempatan emas buat set goal jadi glowing dan bebas jerawat saat pandemi sudah berakhir.

 

2 Comments
Previous Post
Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota
Rekomendasi

Sweet & Sour, Realita Kisah Cinta Kaum Muda di Kota