Tips Menjaga Kesehatan Mental selama Pandemi

Tips Menjaga Kesehatan Mental selama Pandemi

Pandemi membawa kita pada situasi yang serbatidak pasti. Situasi yang penuh ketidakpastian akibat pandemi seperti sekarang nggak jarang membuat kesehatan mental orang-orang terganggu. Bayangin aja, selama hampir 2 tahun belakangan ini kita harus beradaptasi dengan cara hidup baru dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi diri dari kegiatan-kegiatan sosial yang tidak perlu dengan satu tujuan, saling menjaga satu sama lain.

Baca Juga:   Stress Release di Masa Pandemi

Walaupun begitu, pandemi juga punya sisi lain tersendiri. Pandemi seperti sekarang ini berhasil membuka mata kita untuk lebih aware dengan kesehatan tubuh. Kita, saya sih lebih tepatnya, jadi lebih rajin olahraga, minum vitamin, dan jaga pola makan untuk meningkatkan imunitas tubuh supaya nggak gampang sakit. Saya pun tersadar, kalau kesehatan itu mahal harganya. Kesehatan adalah rezeki yang sangat berharga saat ini.

Baca Juga:   Yuk, Tiru Konsistensi Olahraga dan Gaya Hidup Sehat 6 Selebritis Cewek Ini!

Bukan hanya soal jasmani, kesehatan mental pun jadi sangat penting sekarang karena kita mengalami perubahan besar, dituntut untuk selalu adaptif, dan menjalani pola baru yang mungkin tak pernah kita bayangkan sebelumnya. So, buat saya yang seringnya banyak waktu buat rebahan, perlahan jadi ikut kegiatan atau workshop soal kesehatan mental akhir-akhir ini. Tujuannya ya apalagi kalau bukan biar kita tetap waras selama pandemi.

Baca Juga:   Tetap Sehat Mental dan Keuangan setelah Setahun Pandemi

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini:

1. Eksplorasi diri

Rumah adalah tempat paling banyak kita gunakan untuk melakukan kegiatan selama pandemi ini. Lha gimana lagi, adanya pembatasan kegiatan sosial bikin kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Rasa jenuh dan lelah berlebih karena keterbatasan tersebut pasti sering menghampiri kita.

Tapi coba kita lihat dari sisi positifnya. Kita jadi punya waktu untuk lebih mengeksplor diri. Kalian bisa memulainya dengan melakukan hal-hal yang disukai atau mencoba sesuatu yang baru, seperti mencoba memasak menu-menu favorit, coba resep makanan viral di Tiktok, bercocok tanam, dan masih banyak lagi.

Pandemi ini malah bikin saya gandrung dengan drakor dan tahu nggak apa yang saya lakukan? Saya sampai les Bahasa Korea dan bikin blog lagi yang khusus berisi review tontonan yang pernah saya nikmati buat mengasah kemampuan me-review dan menulis saya. Dengan banyak berfokus pada diri sendiri kayak gini, kadar stres bisa terkendali sehingga kesehatan mental kita tetap terjaga. Kalau kata anak sekarang sih, tetap waras.

Baca Juga:   Birthcare Center, Jungkir Balik Dunia Perempuan setelah Melahirkan

2. Mendengarkan lagu

Hanya ada 3 benda di dunia ini yang dapat melampaui waktu, ruang, bahasa untuk mencapai komunikasi tanpa hambatan di antara manusia. Mereka adalah musik, makanan, dan cinta

Itu kata tokoh utama dalam suatu drama yang pernah saya tonton. Lagu atau musik emang moodbooster banget sih. Mendengarkan lagu bisa jadi salah satu cara untuk membangun mood saat beraktivitas.

Baca Juga:   Lagu-Lagu Asyik yang Jadi Teman Saat Menulis Blog

Salah satu ahli psikologi, Emmeline Edwards bahkan mengungkapkan bahwa sistem pendengaran kita terhubung langsung dengan sistem motorik, pusat motivasi, dan pengendalian emosi. Beberapa penelitian juga menunjukkan kalau musik dapat membantu seseorang mengurangi stres, kecemasan, dan depresi ringan.

3. Bermedsos dengan positif

Media sosial tuh ibarat 2 mata pedang.  Di masa pandemi ini, mata pedang sosial media lebih tajam lagi. Di tengah pandemi seperti sekarang, media sosial menjadi pelarian bagi banyak orang untuk menghilangkan kebosanan. Namun, terkadang media sosial bisa jadi salah satu penyebab tingkat stres kita meningkat dengan masifnya pemberitaan mengenai covid-19, terlepas berita tersebut fakta atau hanya hoaks.

Baca Juga:   Dilarang Baper di Social Media?

WHO sendiri bahkan menyarankan kepada kita untuk tidak terlalu banyak mengakses berita tentang pandemi, karena dapat membuat kita makin stres dengan keadaan. Jadi, ada baiknya kita jadikan media sosial sebagai sarana hiburan. Kamu bisa mengakses hal-hal yang kamu sukai seperti menonton video lucu, film, tutorial masak, dsb. Menonton konten yang menghibur bisa menaikkan mood kamu dalam menjalani keseharian. Buat saya sendiri, sekarang malah social media jadi ajang buat cari spoiler drama. Saya juga menghindari perdebatan atau hal-hal kontroversial di social media agar nggak menambah beban mental selama masa pandemi ini.

Banyak risiko yang nggak bisa tertebak di masa pandemi ini baik itu risiko finansial, kesehatan, atau apapun itu. Untuk membuat hati dan pikiran tenang memang idealnya kita meminimalkan risiko itu atau sudah punya upaya pencegahan jika suatu hari bertemu dengan keadaan yang membuat kita harus berkompromi dengan segala risiko yang ada di depan mata.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi risiko yang terjadi adalah dengan memiliki asuransi. Memiliki asuransi diibaratkan kita punya payung pelindung untuk menghadapi risiko diri dan finansial dimasa depan. Salah satu asuransi yang terpercaya dan applicable di masa pandemi ini ya FWD. Apalagi FWD punya platform digital bagi para nasabahnya yang pas sekali dengan situasi pandemi ini.

Baca Juga:   Cara Kekinian Menikmati Passion dengan FWD MAX

Untuk kamu yang sudah membeli produk asuransi FWD Insurance periode kegiatan 26 Juli – 31 Desember 2021 tahun lalu ada kabar gembira, Ada kesempatan buat memenangkan mobil baru di tahun baru, nih! Yuk, cari tahu apakah kamu yang akan menjadi pemenang dari mobil Toyota Raize?

Tonton pengundian Grand Prize #ProteksiOn Lucky Draw di vidio.com pada tanggal 28 Januari 2022 pukul 15.00 WIB dan saksikan keseruan talkshow dari Dee Lestari dan Reza Chandika. Untuk info program cek di fwd.co.id/proteksion!

Jadi, tidak perlu khawatir, kamu dapat terus fokus menjalani hidup dan passion karena kamu sudah terlindungi dari risiko kesehatan terutama risiko finansial. Maka aktifkan perlindungan sekaligus rayakan kehidupan dan menangkan hadiah untuk dukung passion-mu!

Baca Juga:   Cara Menekuni Passion dan Tetap Terlindungi di Masa Pandemi

4. Jaga relasi dengan keluarga dan teman

Sudah berapa kali hari raya kalian nggak ketemu keluarga?

Baca Juga:   Cerah Ceria di Hari Raya bersama Hijabenka

Keterbatasan ruang gerak sosial karena pandemi mengakibatkan kita tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan keluarga dan teman-teman kita. Untungnya, teknologi bertindak sebagai penyelamat saat ini. Kita yang hidup di era modern ini memungkinkan untuk tetap bisa menjalin komunikasi secara virtual melalui voice call, video call/conference, dsb. Dengan berinteraksi secara virtual, kita tetap dapat bersilaturahmi tanpa harus meninggalkan rumah dan kesehatan mentalmu tetap terjaga, karena kamu tidak akan merasa melalui semua ini sendirian.

5. Menjaga kesehatan finansial dengan asuransi rawat jalan

Aspek finansial merupakan aspek yang jadi main issue dan bisa membawa keresahan pada banyak bahkan saat pandemi covid-19 dimulai. Nggak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan, terkena kebijakan pengurangan gaji, dirumahkan, atau kesulitan mendapatkan pekerjaan di masa pandemi. Makanya, nggak heran kalau akhirnya kesehatan mental banyak orang jadi terganggu karena stres memikirkan biaya kehidupan sehari-hari.

Itulah kenapa kesehatan jadi hal yang mahal dan paling berharga saat pandemi. Karena kalau sudah sakit, selain susah ke fasilitas kesehatannya juga biayanya nggak main-main. Makanya, diusahakan banget jangan sakit saat pandemi. Atau paling tidak, punyailah asuransi kesehatan yang layak dan punya banyak manfaat.

Baca Juga:   Tentang Pilihan Fasilitas Kesehatan

Manfaat rawat jalan seperti apa yang kamu butuhkan? Apakah ingin manfaat rawat jalan langsung ke dokter spesialis atau ke dokter umum dulu baru berjenjang ke dokter spesialis dalam kondisi khusus? Bila mengutamakan kenyamanan dan kecepatan tindakan, pilihlah manfaat rawat jalan langsung ke dokter spesialis yang akan terasa lebih efektif bagi kebutuhan kalian.

Salah satu perusahaan asuransi jiwa berbasis digital terkemuka di Indonesia, FWD Insurance, menghadirkan FWD Hospital Care Protection. FWD Hospital Care Protection memberikan cakupan perlindungan menyeluruh untuk pelayanan medis rawat inap dan rawat jalan serta serangkaian fasilitas rehabilitasi termasuk perawatan ekstra. Para nasabah dapat memilih beragam pilihan layanan berdasarkan wilayah geografis dan manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko kesehatan mereka.

Selain manfaat rawat inap dan rawat jalan biasa, produk ini juga dilengkapi dengan manfaat atas biaya rawat jalan untuk penyakit infeksi dan juga manfaat rehabilitasi, konsultasi ahli gizi, hingga pemantauan kanker selama masa pemulihan nasabah. Selain itu, produk ini juga memberikan manfaat tambahan lain yakni limit booster, no claim bonus dan santunan pemakaman. Untuk memberikan kemudahan bagi nasabah, produk ini juga didukung jangkauan perlindungan di seluruh dunia serta pengajuan klaim melalui aplikasi FWD MAX.

Baca Juga:   Pentingnya Asuransi bagi Generasi Milenial

Pandemi tak selamanya buruk kalau kita bisa melihat dari sisi lain yang berbeda. Pandemi memberikan pelajaran berharga kepada kita agar dapat mengelola keuangan dengan lebih baik. Kita bisa mulai dengan membuat perencanaan keuangan sederhana yang bisa jadi pegangan setiap menerima gaji atau sumber income lain. Jangan lupa juga alokasikan sebagian income yang kita dapat untuk dana darurat, asuransi dan investasi.

Keadaan memang tidak menentu, tetapi kita harus tetap mempersiapkan dana untuk tujuan-tujuan keuangan yang kita impikan di masa mendatang, kan? Kondisi finansial yang sehat membuat kita menjalankan hidup dengan nyaman dan kondisi kesehatan mentalmu tetap terjaga.

Kebiasaan-kebiasaan sederhana di atas mungkin bisa membantu menjaga kesehatan mental kamu di tengah pandemi. Ada lagi yang mungkin mau menambahkan?

Stay safe dan tetap taati protokol kesehatan, ya. Kalau bukan diri kita yang menjaga kesehatan fisik dan mental sendiri, siapa lagi?

 

0 Comments
Previous Post
Next Post