Posts Tagged ‘IUFD’

Azka dan Dede Cantik di Surga

Dear Azka di surga,

Hari ini ibu dapat kabar dari saudara ayah ada yang IUFD juga. Hampir sama dengan kamu, Nak, terlilit tali pusar. Ah, ibu bisa merasakannya. Iya hancur, merasakan sedih dan hilang harapan. Apalagi ini bayi pertama yang dinantikan sejak lama. Sama seperti ibu dan ayah waktu itu. Ibu seperti dejavu. Ibu bisa merasakan apa yang orang tuanya rasakan. Hancur dan kehilangan harapan. Ibu bisa merasakan ibunya yang kesepian, melahirkan tanpa tangisan. Tak ada tebusan atas rasa sakit yang mendera.

Hari ini, Sabtu ini pasti menjadi Sabtu yang kelabu. Sama seperti ibu empat minggu yang lalu. Iya, kemudian ibu menjadi benci dengan hari Sabtu ketika mengingatnya. Merasakan kesendirian dan hampa. Mengingat lagi kamu, Azka. Mengingat ibu berjuang sendiri hanya dengan obat-obatan tanpa ditemani tangismu. Ibu merasa ada yang hilang. Selalu merasa kehilangan.

Continue Reading
0 Comments

Guru

Terima kasih untuk segala hal yang telah diajarkan…

Terima kasih telah mengajarkan bertahan dalam kesedihan, berdiri dalam kepahitan. Terima kasih telah mengajarkan tegar, selalu bersyukur dalam keadaan tersungkur. Terima kasih telah mengajarkan hikmah dalam setiap musibah.

Continue Reading
0 Comments

(Pantaskah) Saya Menggugat Allah?

Allah Maha Adil. Menciptakan dunia dan seisinya dengan semua alasannya. Bahkan daun kering yang jatuh dari pohon pun atas izin-Nya.

Berkali aku bertanya. Berkali pula aku protes. Dan berkali pula aku menggugat. Kenapa Allah mengambil Azka begitu cepat, di saat kami belum merasakan kehadirannya? Allah pasti punya alasan.

Terkadang rasanya ingin aku bertanya, ingin aku mencari jawaban, kenapa bayiku begitu cepat dititipkan? Kenapa aku tak bisa sekedar merasakan Azka memanggil “ibu” dan mendengarnya menangis? Kalau saja aku bisa protes, kenapa bayi-bayi yang tak diinginkan jauh lebih bisa bertahan hidup? Kenapa bayi-bayi yang ingin digugurkan justru bisa bertahan lebih lama? Atau kenapa bayi-bayi yang bahkan tak tahu siapa ayahnya memiliki harapan yang lebih panjang?

Continue Reading
0 Comments

Rindu

Ketika jatuh cinta, rindu akan menjadi rasa yang menyiksa dan mungkin sekaligus membahagiakan. Aku memang jatuh cinta, selalu jatuh cinta, jatuh cinta pada my Azka. Jatuh cinta sejak dia hanya berbentuk titik kecil di rahim. HIngga semakin membesar dan membesar. Semakin jatuh cinta ketika 24 jam dia berada di dekapanku, menjadi bagian dari tubuhku, menjadi tempat berbagi.

Tapi kali ini rindu ini begitu menyiksa, begitu sakit. Tahukah kamu rasanya rindu pada seseorang tapi tak bisa bertemu, berbicara, membelainya, mendekapnya, bahkan sekedar bertemu dengannya lewat mimpi? Aku rindu Azka, yang tangisannya tidak pernah aku dengar, yang wajahnya tidak pernah aku lihat secara langsung, yang tawanya tidak pernah aku jumpai, yang tubuhnya bahkan belum sempat aku peluk.

Continue Reading
0 Comments

Kehilangan

Pepatah memang banyak benarnya. Sesuatu menjadi begitu berharga saat kita benar-benar kehilangannya. Dan tahun ini mungkin menjadi tahun yang teramat berat bagiku. Kehilangan dua orang yang aku cintai, nenek dan juga anakku.

Sedih, sakit, menyesal merasa sedikit waktu yang kita luangkan untuk mereka. Saat aku menyadari nenek satu-satunya yang aku punya pergi meninggalkanku awal tahun ini. Dan aku masih harus sabar dalam ujian Allah, ketika beberapa waktu lalu, anak yang aku dambakan, kami dambakan, diambil kembali oleh Allah. Semoga semua ini menjadi penutup ujian tahun ini. Semoga pelangi kehidupan akan datang di hari-hari selanjutnya. Itu yang selalu aku doakan.

Continue Reading
0 Comments