Posts Tagged ‘curahan hati’

Saya Benci Olahraga, Tapi…

Saya Benci Olahraga, Tapi…

Saya sangat benci olahraga dulu. Awalnya karena semasa sekolah nilai olahraga saya ngga pernah bagus, ya rata-rata lah. Saya sudah mengusahakan biar nilainya naik mulai dari semangat pas mengikuti olahraga sampai belajar teknik buat olahraga tertentu, tapi hasilnya nihil. Saya ngga pernah menonjol di olahraga. Ngga ada olahraga tertentu yang benar-benar saya kuasai.

Padahal, zaman sekolah, menguasai olahraga tertentu itu gengsinya tinggi. Apalagi kalo tiba waktunya classmeeting. Jadi cewek yang jago basket, voli, tenis, atau bahkan sekedar catur itu membanggakan. Ikut turnamen antarkelas atau malah di luar sekolah. Dielu-elukan banyak pihak (termasuk cowok-cowok yang nonton, haha saya alay banget dulu) apalagi kalo udah nenteng piala kemenanga. Wuuuiihh, kecantikannya kayanya dua kali lipat.

Continue Reading
2 Comments

Syukurku Berkahku

Syukurku Berkahku

Semenjak November 2014 lalu hidup saya jadi drama. Sayanya juga sedikit jadi drama queen. Tapi, kehilangan berkali-kali membuat saya lupa rasanya bersyukur. Kehilangan berkali-kali membuat saya tidak bisa melihat berkah kecil yang mungkin saja hal itulah sumber kebahagiaan.

November 2014 saya kehilangan Azka, anak saya yang berusia 24 minggu dalam kandungan. Betapa tidak terguncang, karena saya, dan juga suami tengah berada di puncak kebahagiaan. Ini kehamilan pertama setelah menunggu 11 bulan pernikahan melalui program hamil. Dan kala itu saya benar-benar terguncang. Harapan saya, harapan kami hilang.

Continue Reading
0 Comments

Living with Uterus Bicornis

Living with Uterus Bicornis

Dalam beberapa postingan saya sebelumnya, saya pernah menulis kalo dokter memvonis saya memiliki rahim kembar atau rahim dua rumah atau uterus bicornis. Sebenarnya vonis ini bukan baru saja dinyatakan karena hamil Adik kemarin, tapi sejak pascamelahirkan Azka, dokter menemukan bahwa rahim saya ternyata dua rumah atau ada dua.

Pas hamil Azka, dokter mungkin belum ngeh kalo saya memiliki uterus bicornis, tapi pas hamil Adik, dari awal dokter udah bilang kalo saya punya uterus bicornis dan memang agak worry. Makanya sejak awal hamil Adik, di data rekam medis saya sudah digambar dengan jelas bentuk rahim saya seperti hati. Dokter juga sudah wanti-wanti sama saya buat periksa ke spesialis fetomaternal (untuk kehamilan berisiko tinggi) nantinya pada saat usia kehamilan empat dan tujuh bulan. Tetapi ternyata takdir berkata lain, belum sapai umur delapan minggu ternyata Adik harus kembali ke Sang Maha Pencipta karena ternyata kehamilan saya blighted ovum.

Continue Reading
0 Comments

Selamat Bermain di Surga, Adik

Selamat Bermain di Surga, Adik

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Hari untuk kuret. Hari untuk ‘melepas’ Adik. Hari untuk merelakan Adik. Segala persiapan telah kami lakukan, termasuk persiapan yang paling penting, mental.

Hari-hari menjelang kuret aku isi dengan menenangkan diri. Menulis, beristirahat, dan membaca. Menikmati ‘me time’ bersama Adik. Mempersiapkan mental. Melepas kesedihan. Mengikhlaskan segala sesuatunya.

Continue Reading
0 Comments