Assalamualaikum…
Akhirnya melanjutkan lagi postingan pindahan “rumah” kemaren setelah seminggu terbengkalai. Oh ya, kalo yang belum baca bagaimana memulai buat pindah platform dari tumblr ke wordpress, bisa dibaca lagi di sini yaa… 🙂
Assalamualaikum…
Akhirnya melanjutkan lagi postingan pindahan “rumah” kemaren setelah seminggu terbengkalai. Oh ya, kalo yang belum baca bagaimana memulai buat pindah platform dari tumblr ke wordpress, bisa dibaca lagi di sini yaa… 🙂
Selamat Hari Blogger Nasionaaaalll…
Hari blogger kali ini diperingati dengan apa? Kalo saya, peringatan hari blogger diperingati dengan pindahan platform blog dari tumblr ke wordpress. Bukan ngepasin pas hari blogger sih, karena kebetulan aja hari bloggernya sebelahan sama hari ulang tahun saya. Dan di ulang tahun kali ini saya dibeliin theme sama suami sebagai kado, haha. Anaknya mureee banget emang, dikasih theme udah seneng.
Kenapa pindahan platform? Tumblr terlalu sederhana dan saya butuh tantangan, halah. Hmmmm lebih ke nyari platform yang lebih umum aja sih biar orang yang mau sowan atau ninggalin jejak ngga bingung. Soalnya saya suka diprotes blognya susah dikomen. Yaa maaf ya, saya pernah ceritain kan kenapa saya pake platform tumblr di sini.
Masih ingat pernikahan Andien-Ippe yang fenomenal? Bukan gosip pernikahannya lho yang fenomenal, melainkan konsep menikahnya yang beda dari yang lain, private dan intim serta diselenggarakan di luar ruangan yaitu hutan pinus. Kalau belum, nih saya ingetin lagi.
Dulu di pelajaran ekonomi, makanan atau pangan selalu masuk dalam kebutuhan pokok atau primer. Pun dalam piramida kebutuhan ala Maslow, letak pangan berada di paling bawah atau dasar disejajarkan dengan sandang dan papan. Kalo kebutuhan itu ngga tercukupi maka hidup seseorang bisa dikatakan ngga layak.
Ya, dari dulu hakikatnya makanan adalah sebagai kebutuhan pokok. Sebagai pengenyang perut. Namun, seiring perkembangan zaman ternyata fungsi makanan menjadi semakin luas.
Hijab tidak memberikan kamu garansi untuk hidup lebih bahagia setelahnya, tapi memberikan jaminan untuk lebih dekat kepada-Nya – Ratna Dewi