Hijab tidak memberikan kamu garansi untuk hidup lebih bahagia setelahnya, tapi memberikan jaminan untuk lebih dekat kepada-Nya – Ratna Dewi
Hijab tidak memberikan kamu garansi untuk hidup lebih bahagia setelahnya, tapi memberikan jaminan untuk lebih dekat kepada-Nya – Ratna Dewi
Ada yang bilang kalo laki-laki adalah raja, hakikatnya adalah diladeni. Bahkan ketika hidup di dalam rumah. Semboyan yang kayak begini masih berlaku nggak sih? Masih ada nggak sih lingkungan atau laki-laki yang bahkan ‘mendewakan’ dirinya? Masih ada lho ternyata, masih banyak malah yang saya temui *duuhh*.
Kalo bicara soal menulis, itu udah hobi saya sejak lama. Sejak saya SMP saya sudah nulis cerpen secara manual alias ditulis di buku tulis dan saya suruh teman-teman saya membaca. Jadi menulis adalah passion saya? Bisa dibilang begitu sampai saat ini. Dan kini, menulis menjadi terapi buat saya. Menulis menjadi semacam self healing buat saya yang akhir-akhir ini diuji begitu hebatnya oleh Tuhan.
Bagaimana mungkin seorang suami bisa merendahkan istrinya? Demi cinta dan kebahagiaan keluarga, para istri mengorbankan apa pun saja termasuk karier dan rasa percaya dirinya. Bukankah tak ada satu pun dari suami yang bisa memastikan istrinya, bila diberi kesempatan yang sama, tak akan lebih sukses darinya? Para istri bukanlah “pelayan” suami, jangan rendahkan mereka. Karena keagungannya, mereka merendahkan diri dan hatinya untuk dengan rela melayani suami atas nama cinta.
Sudah lebih dari setahun ini saya memakai hijab. Ngga pernah kebayang rasanya pake hijab. Awalnya cuma suka liat foto model atau selebgram yang berhijab terus suka coba dipraktekin, dan ternyataaa RIBET. Kerudung harus diulang-alik sana sini dan ngga bisa cepet selesai, apalagi buat saya yang dulu masih berprofesi jadi wartawan.
Awal berhijab, baju masih serampangan. Apa pun dipake yang penting nutup badan, ngga peduli ketat apa ngga. Celana jeans ketat, kemeja kadang masi tembus pandang (dan dalemnya cuma dipakein tank top ajah) sampai kerudung yang cuma disampirin aja. Apalagi dulu masih jadi wartawan dan lagi hamil pula, intinya pake baju yang cepet, simpel, dan ogah ribet.