Tidak ada yang mengalahkan rasa sakit duka orang tua yang menguburkan anaknya yang pergi lebih dulu daripada mereka.
-Fanni Imaniar’s Mom-
Tidak ada yang mengalahkan rasa sakit duka orang tua yang menguburkan anaknya yang pergi lebih dulu daripada mereka.
-Fanni Imaniar’s Mom-
Memutuskan untuk melakukan program hamil merupakan sesuatu yang tidak mudah. Butuh komitmen bersama, butuh persiapan mental, butuh menabung materi secukupnya, butuh kesehatan yang prima, dan butuh ini itu yang lain. Makanya setiap saya bertemu dengan sesama teman yang sedang program hamil, saya selalu support. Kalo mereka butuh info pun, saya tak pelit untuk membagi apa yang saya dapat selama program hamil.
Saya pun terbuka mengakui bahwa iya saya sulit hamil makanya harus pakai jasa dokter untuk program hamil. Karena tak jarang orang yang mau terbuka tentang kondisi kesehatannya. Jarang orang yang mau terbuka kalo dia kena PCO, kalo dia ada penyumbatan, atau kalo suaminya mungkin saja ada masalah sama spermanya.
Hampir setiap pasangan yang menikah pasti selalu menginginkan anak, selalu menginginkan keturunan yang akan meneruskan cita-cita dan semangatnya. Idealnya, begitu menikah dan berhubungan seksual, tak berapa lama kehamilan akan didapatkan. Tapi itu idealnya. Banyak yang begitu menikah tak perlu menunggu lama lalu bisa mendapatkan keturunan. Tapi tak sedikit pula mereka yang harus menunggu berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun hanya untuk mendapatkan seorang anak.
Lalu bagaimana jika tak jua memiliki keturunan?
Ini cerita hari pertama.saya masuk kerja. Iya, hari pertama setelah tiga bulan cuti, dikasih rehat setelah kehilangan Azka. Akhirnya setelah tiga bulan yang diisi dengan bobo-bobo, makan, nulis, nonton tv ini selesai. Saya rindu Kawasan Industri Pulogadung yang macet dan kantor dengan teman-teman yang hangat. Padahal dulu paling males kalau memulai hari dengan bekerja. Tapi kali ini semangat 45.
Hari pertama kerja yang ada di bayangan pasti akan penuh dengan haru biru. Ditambah lagi saya grogi, berasa anak baru hari pertama kerja. Pasti semua tempat dan momentum akan membangkitkan kenangan akan Azka. Belum lagi orang-orang yang bertanya “Kok udah lama ngga keliatan?” atau “Udah melahirkan?” atau “Babynya cewek apa cowok?” atau “Gimana anak? Sehat?” atau “Udah isi lagi belom?”dst dst yang bikin haru biru. Dan ternyata memang begitu. Tapi ternyata haru biru hari pertama kerja bukan sepenuhnya disebabkan oleh berbagai kenangan dan pertanyaan, tapi lebih karena hujan dan banjir. Ini hujan dan banjir air ya, bukan hujan air mata dan banjir kenangan.
Enam belas tahun mengenalmu, empat tahun dekat denganmu dan satu setengah tahun menjadi bagian hidupmu, aku bahagia. Menjadi orang pertama yang kamu lihat saat membuka mata di pagi hari. Memasak makanan untukmu, memastikan hari ini kamu makan sehat dan tidak telat makan, rasanya menjadi bagian penting dalam hidupku. Selamat ulang tahun, sayang…
Selamat ulang tahun, Ayahnya Azka. Walaupun tahun ini aku tidak bisa memberi kado bayi mungil nan lucu, tapi Allah sudah memberimu hadiah malaikat kecil di surga, itu Azka. Pasti Azka hari ini mengucapkan selamat ulang tahun dari surga. Pasti dia sangat bangga sama ayahnya. Pasti kamu dan Azka sudah sering bertemu dalam doa, dan akan selalu seperti itu.