Rahasia di Balik Sebuah Pakaian Dalam

Rahasia di Balik Sebuah Pakaian Dalam

“Prof, kira-kira kenapa ya penyebabnya kok bisa naik lagi?” tanya saya getir ketika mengetahui hormon prolaktin yang sebulan lalu mati-matian diturunkan untuk kedua kalinya di promil kali ini justru naik hampir 2 kali lipatnya.

Tak seperti program hamil pertama dan kedua, entah mengapa di program hamil kali ini si prolaktin tampak membandel. Sudah 2 kali dikasih obat yang berbeda tak kunjung berada di angka normal malah grafiknya naik turun. Terakhir justru naik di angka 70 sekian padahal pada konsultasi sebelumnya sudah ada di angka 43, sedangkan batas maksimalnya adalah sekitar 24.

Continue Reading
21 Comments

Cerita Program Hamil Ketiga: Suntik ILS dan Tes ASA

Cerita Program Hamil Ketiga: Suntik ILS dan Tes ASA

“Angkanya tinggi nih, suntik ILS ya,” begitu kira-kira kalau tidak salah kalimat yang dilontarkan Prof Jacoeb setelah melihat hasil uji Antibody Sperm Autoimmune (ASA).

Saya nggak ngerti awalnya apa yang dimaksud Prof Jacoeb. Bahkan setelah keluar dari ruangan konsultasi saat itu. Yang saya paham hanyalah antibodi tubuh saya terlalu tinggi hingga menyebabkan sperma yang masuk dianggap benda asing. Belum sampai membuahi, si sperma sudah mati duluan. Begitulah kira-kira.

Continue Reading
18 Comments

Telisik Unik Imlek, Keliling sambil Belajar Sejarah dan Budaya Tionghoa di Jakarta

Telisik Unik Imlek, Keliling sambil Belajar Sejarah dan Budaya Tionghoa di Jakarta

Sudah ratusan purnama rasanya saya pengen banget menyaksikan kemeriahan Imlek tapi kok ya selalu nggak pas waktunya. Waktu masih kerja di TV, sebelum Imlek biasanya saya liputan serba-serbinya di Glodok, trus wawancara tokoh Tionghoa, wawancara pengamat budaya Tionghoa, ke museum yang menyimpan sejarah Tionghoa, atau wawancara suhu atau peramal shio. Nyaris pas hari H Imlek saya justru nggak menyaksikan seperti apa kemeriahannya karena selalu dikasih liputan non-Imlek.

Continue Reading
7 Comments

Kamu Tim Mana, Hijab Segi Empat atau Pashmina?

Kamu Tim Mana, Hijab Segi Empat atau Pashmina?

“Hijabku banyak juga ya, ada kali 50an lebih. Ini belum yang udah kukasihin. Tapi kok kayaknya aku pakainya itu-itu aja ya?” ujar saya pada suami sambil beres-beres gantungan hijab di dalam lemari beberapa hari yang lalu.

Nggak sadar memang, tanpa dihitung ternyata koleksi hijab sudah lumayan banyak. Padahal saya baru berhijab tahun 2014 lalu. Kalau dipikir-pikir ke belakang, kayaknya saya sering impulsif belanja hijab dulu. Apalagi pas masih kerja dan nggak ada liputan, saya bisa spontan belanja ke Thamrin City, Ambass, atau Tanah Abang. Sekalinya belanja jilbab bisa 3-4 warna pada model yang sama. Akhirnya jadi numpuk deh.

Continue Reading
23 Comments