Drama makan adalah drama dengan babak terpanjang yang saya dan suami alami sejak menjadi orang tua. Apalagi sekarang-sekarang ini, drama makan harus ‘head to head’ dengan kebut-kebutan menaikkan berat badan. Sungguh, yang begini membuat saya dan suami harus benar-benar putar otak untuk menghadapi drama makannya Aqsa dan target kenaikan berat badan.
Dulu pas sepupu saya baru punya mobil, saya menyarankan dia buat pakai car seat. Pas dia ternyata nggak pakai car seat sampai anaknya besar, saya mempertanyakan kenapa kok bisa gitu. Padahal kan car seat buat keselamatan anak dan kenyamanan orang tua. Saya pun dalam hati bertekad kalau nanti punya mobil, saya pengen pakein anak saya car seat bahkan dari sejak awal.
Akhir-akhir ini saya dan suami lagi suka mengajak Aqsa bermain ke tempat-tempat outdoor. Selain karena meminimalkan gadget sebagai pelarian kalau sudah bingung main apa, main di area outdoor juga memungkinkan Aqsa untuk berinteraksi baik itu dengan alam, sesama makhluk hidup lainnya, ataupun orang lain. Apalagi selama ini Aqsa masih kaku kalau ketemu orang lain atau berada di lingkungan yang banyak orang. Makanya, dengan mengajaknya bermain di tempat main outdoor ibarat sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui, banyak manfaat yang bisa kami ajarkan padanya.
Akhir 2019 lalu saya dilanda gatal-gatal lumayan parah, sampai ke mata dan mengganggu tidur. Padahal perasaan saya sudah menjaga kebersihan dengan mandi 2 kali sehari, tapi gatal-gatalnya malah nggak berkurang sama sekali. Awalnya, dulu di kasur yang saya tiduri memang ada kutunya tapi berangsur sudah menghilang karena sering dijemur dan ‘diinspeksi’ setiap hari. Tapi setelah itu kok ya tetap gatal.