“Di Tegal nggak ada warteg lho.”
Begitu ujar seorang teman beberapa tahun yang lalu. Awalnya saya sempat heran, kok bisa. Setelah itu baru deh saya ketawa-ketawa sendiri. Ini mah sama aja dengan di Padang nggak ada rumah makan Padang. Ya iyalah.
“Di Tegal nggak ada warteg lho.”
Begitu ujar seorang teman beberapa tahun yang lalu. Awalnya saya sempat heran, kok bisa. Setelah itu baru deh saya ketawa-ketawa sendiri. Ini mah sama aja dengan di Padang nggak ada rumah makan Padang. Ya iyalah.
Kapan kamu terakhir kali piknik ke museum? Kalau saya sih sekitar ummm…ummm… *mendadak hening*. Ya, saking lamanya nggak ke museum jadi sedikit lupa kapan terakhir kali ke museum. Seingat saya, saya terakhir kali ke museum itu ke Museum Tosan Aji di Purworejo beberapa bulan lalu. Itu pun hanya untuk melihat penemuan wajan raksasa yang memang diletakan di depan museum sambil numpang neduh karena hujan rintik waktu itu. Setelah itu lama sekali saya nggak berkunjung ke museum.
Tahun ini, saya nggak punya resolusi muluk-muluk soal ngeblog. Saya masih pengen berbagi informasi yang berguna untuk pembaca. Blog tidak melulu berisi curhat atau postingan berbayar tetapi juga menyebarkan informasi baik dan membantu orang lain. Dan tahun ini saya beresolusi mempopulerkan kampung halaman saya, Purworejo, melalui tulisan.
Hallooo…
Postingan ini masih berisi tentang perjalanan saya mudik ke Purworejo untuk mencari tahu informasi tentang Batik Purworejo. Awal pengen mencari tahu dan menulis tentang Batik Purworejo ini adalah karena keprihatinan saya terhadap minimnya informasi seputar Batik Purworejo. Padahal, menurut saya Batik Purworejo ini adalah sebuah potensi yang dimiliki oleh Purworejo. Potensi ini saya yakini mampu membawa kabupaten yang terletak di selatan Jawa Tengah ini lebih terkenal di mata masyarakat..
Saat pulang kampung kemarin, saya dan suami bertekad buat mencari informasi sebanyak-banyaknya soal Batik Purworejo. Bukannya apa-apa, soalnya saya gemas pas browsing tentang Batik Purworejo ternyata sedikit sekali informasi yang bisa digali. Jadilah saya bertekad untuk mencari info dan menulis soal Batik Purworejo. Sayang kan kalau kerajinan daerah yang bagus dan berpotensi nggak dikenal karena kurangnya publikasi.