Setiap kelahiran anak memberikan cerita dan pengalaman yang berbeda. Itulah yang saya alami. Saya kira, karena sudah berpengalaman dan sukses menyusui dengan cara DBF di anak pertama, anak kedua akan enteng-enteng saja. Nyatanya tidak. Di anak kedua, saya berjuang keras dengan apa yang namanya proses menyusui hingga akhirnya kena baby blues. Di anak kedua pula ini saya sedih banget karena gagal DBF dan akhirnya jadi mom eping (exclusive pumping). Rasanya kayak gagal setiap hari. Tapi saya sadar, saya nggak boleh lama-lama bersedih karena masih ada Hagia dan Aqsa yang harus saya urusin setiap hari. Mantra saya di anak kedua ini adalah “walaupun saya nggak bisa menyusui langsung, saya tetap berusaha memberikan yang terbaik buat Hagia”.
