Judul: Imaji Terindah (Seri Keluarga Hanafiah)
Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Literati
ISBN: 978-602-8740-60-9
Jumlah Halaman: 290 halaman
Soft Cover
Kategori: Novel Fiksi
Judul: Imaji Terindah (Seri Keluarga Hanafiah)
Penulis: Sitta Karina
Penerbit: Literati
ISBN: 978-602-8740-60-9
Jumlah Halaman: 290 halaman
Soft Cover
Kategori: Novel Fiksi
Entah kenapa tiba-tiba pengen nulis tentang ini gegara habis baca ribut-ribut kasusnya Marissa Haque. Padahal biasanya, saya cuma jadi penikmat kalau ada kasus yang sedang hangat lalu dituliskan oleh teman blogger. Saya nggak pernah bisa mencari trafik dari kasus yang sedang in, hihi. Cuma karena hari ini baca berita di Tempo yang memuat caption instagram Chiki Fawzi lalu hati ini meleleh semeleleh-melelehnya dan pengen nulis ini.
Ada yang bilang, salah satu ciri kelas menengah millennial yang kekinian adalah sering menghabiskan waktu di kedai-kedai kopi hits ibukota selama berjam-jam sambil ngobrol sana-sini, meeting, mengerjakan tugas, atau sekadar membaca buku. Kalau kategorinya seperti itu, saya mungkin bukan termasuk warga urban millennial yang kekinian alias cupu. Pasalnya bisa dihitung dengan jari berapa kali saya nongkrong di kedai kopi. Hiks. Selain nggak ada budget khusus untuk sering-sering nongkrong, saya juga nggak punya banyak waktu. Padahal aslinya saya suka menikmati kopi sambil membaca buku. Namun, kadar kekerenan seorang millennial ternyata tidak selalu diukur dengan seberapa banyak kamu nongkrong di cafe kekinian hanya untuk menikmati secangkir kopi. Hal itulah yang saya pelajari sejak mengenal mesin kopi Nescafe Dolce Gusto Piccolo.
Awal Maret 2017 saat Mbak Wawa Fajri dari BloggerCrony mengumumkan akan ada event Blogger Day 2017 by SoMan saya sempat bingung mau ikut apa nggak. Pasalnya, saya sering ragu ikut event blogger yang menginap karena sering bermasalah dengan perut dan pencernaan. Karena kalau sudah bermasalah sama pencernaan, akibatnya bisa kemana-mana. Namun, dengan bismillah akhirnya saya putuskan ikut Blogger Day 2017. Tapi setelah event selesai, ada cerita lain yang bikin saya sering menangis di kamar mandi karena kesakitan.
Awal Mei 2016 lalu saat sedang pulang kampung dan melihat berita kehebohan di pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Indonesia 2016 dalam hati saya cuma sedikit nyinyir “Yaelah, pameran buku doang heboh banget sih”. Saya sedikit menyepelekan. Apa istimewanya sih pameran buku ini sampai orang rela datang, memborong sampai berkoper-koper, antre berjam-jam untuk bayar, sampai rela datang tengah malam. Dan ternyata pas beberapa hari yang lalu saya berkesempatan dapat tiket VIP dan berkunjung ke BBW 2017, komentar saya cuma: OH MY GOD!!