“Duh mukaku kering banget nih.”
“Kulit mukaku perih deh kalau kena air.”
“Kulitku kok pada ngelupas gini ya?”
“Duh mukaku kering banget nih.”
“Kulit mukaku perih deh kalau kena air.”
“Kulitku kok pada ngelupas gini ya?”
Saya terbangun di atas kursi pesawat lalu melihat ke luar jendela. Pesawat yang saya naiki terasa berbelok. Untuk sebuah pesawat ber-seat 2-2, getarannya terasa sekali. Sementara di bawah sana mulai terlihat pulau-pulau kecil dengan pantai pasir putih yang mengelilinginya. Saat itu juga saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pemandangan yang saya lihat dari balik kaca jendela pesawat.
Memori 9 Mei 2012 yang masih saya ingat betul hingga saat ini.
Siang itu, saya bersiap untuk diantar pacar (yang sekarang sudah resmi menjadi suami) saya dari kost untuk menuju rumah sakit. Demam 3 hari berturut-turut membuat saya yang antiobat akhirnya menyerah dan pasrah ketika akan dibawa ke rumah sakit terdekat.
Rintik hujan menyambut kala saya dan suami baru saja memberhentikan motor di tempat parkir. Sore itu, mendung memang menggantung sedari tadi sejak kami di perjalanan. Namun, untung saja hujan datang pas saat saya sampai di tempat parkiran. Berbeda dengan hujan yang datangnya membabi buta, kedatangan saya justru disambut senyuman oleh Mbak Rien (www.travelerien.com) dan suaminya, Mas Arif. Sore itu kami memang janjian ketemuan untuk menikmati malam minggu di Ow My Plate, Pamulang.
Kabut lumayan tebal masih menyelimuti Genting pagi itu saat saya membuka tirai kaca kamar hotel. Tulisan dan sebagian bangunan Hotel First World pun masih tertutup kabut. Namun, aktivitas di Genting sudah dimulai. Cable car sudah beroperasi sejak tadi pagi. Dan pagi ini saya pun harus mengumpulkan semangat dari posesifnya tempat tidur untuk kemudian mandi dan bersiap.