*Disclaimer: review ini bernilai sangat subjektif dan mengandung spoiler
“Jangan lupa bawa tisu dulu kalau mau nonton Critical Eleven,” kata saya sambil memasukkan tisu ke dalam tas pada suami sesaat sebelum berangkat nonton ke bioskop.
*Disclaimer: review ini bernilai sangat subjektif dan mengandung spoiler
“Jangan lupa bawa tisu dulu kalau mau nonton Critical Eleven,” kata saya sambil memasukkan tisu ke dalam tas pada suami sesaat sebelum berangkat nonton ke bioskop.
Saat masih jadi wartawan dulu, salah satu cita-cita saya bukan mewawancarai seseorang misalnya presiden, artis, atau orang-orang besar lainnya. Cita-cita saya justru ingin diwawancara, dalam artian yang positif ya. Bukan diwawancara pakai rompi orange, kalo yang itu sih amit-amit jabang bayi. Remeh memang sih, tapi buat saya keren aja kesannya jadi orang yang dikejar-kejar wartawan untuk diwawancara.
Halloo…
Ada yang kangen nggak sama cerita program hamil saya? Nggak ya? Ya udah deh nggak apa-apa, hihi. Kali ini mau melanjutkan cerita program hamil ketiga sebelumnya. Setelah konsultasi pertama sama Prof Jacoeb akhirnya saya dan suami harus bersahabat sama Viagra. Iya, Viagra si obat kuat buat lelaki itu yang biasa juga disebut pil biru. Yang dulu hanya sering saya lihat di toko-toko obat kuat pinggir jalan, kini ternyata harus saya pakai juga.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Padahal nunggunya cuma satu hari, haha. Tapi ya ini adalah kali pertama saya bersua lagi sama dokter kandungan setelah satu tahun ‘putus hubungan’ dulu. Rasanya deg-degan. Agak trauma juga ke dokter kandungan karena nggak tahu kenapa akhir-akhir ini ‘vonis’ yang diberikan sama dokter kandungan kurang bersahabat sama saya dan suami. Jadilah kami rehat sejenak.
Yeaayyy, akhirnya sudah diperbolehkan nulis soal program hamil ketiga ini sama suami. Tadinya, kami berniat mau keep program hamil yang ketiga sampai beneran punya anak. Tapi ya sudahlah takut sayanya keburu lupa dan sayang banget kan infonya. Siapa tahu ada pejuang momongan di luar sana yang juga mau program hamil kayak saya. Infonya kan jadi berguna. Tulisannya juga nggak mau sedih-sedihan dulu deh, biar semangaaattt program hamilnya.