#CeritaIbu: Ide Bermain Anak Usia 3 Tahun

beberapa kegiatan aqsa saat bermain di rumah

Nggak terasa banget Aqsa udah usia 3 tahun. Ini artinya agenda bermain kami bisa lebih upgrade. Usia 3 tahun, artinya sekarang bermainnya juga bisa lebih variatif dan challenging. Apalagi usianya semakin besar, dan itu berarti harus semakin banyak keahlian yang nantinya Aqsa harus kuasai untuk modal dia masuk sekolah.

Satu hal yang masih jadi PR buat saya dan suami adalah terus melatih kemampuan motorik halus Aqsa yang masih so so alias belum begitu baik. Kegiatan kayak menulis (memegang alat tulisnya), makan sendiri, menggunting, menalikan sepatu juga masih jadi PR yang masih harus terus dilatih. Tangannya kadang masih kaku atau nggak pas. Latihannya pakai apa? Ya pakai bermain bersama biar menyenangkan. Karena kalau latihan khusus yang serius banget, udah pasti dijamin emaknya stres dan anaknya juga nggak enjoy.

Usia 3 tahun ini juga sedikit-sedikit bermainnya sudah diselipin dengan unsur belajar. Kebijakan mau belajar ini sebenarnya tergantung dari masing-masing orang tua sih. Tapi berhubung di usia 2 tahun lebih Aqsa sudah tertarik dengan huruf, angka, dan kartu-kartu pengetahuan umum, ya sudah deh sekalian dijadikan permainan tapi juga sambil menambah informasi dan pengetahuan. Yah, hitung-hitung sambil persiapan buat sekolah nanti.

Trus di usia sekarang Aqsa juga udah lancar dan bisa banget diajak berkomunikasi layaknya orang dewasa. Jadi, instruksi, pilihan bermain, bahkan pendapatnya dia udah punya tempat tersendiri bagi kami. Yang artinya, dia udah bisa diajak komunikasi sedikit demi sedikit layaknya saya berbicara dengan orang dewasa. Ditambah lagi, dia sudah punya peran buat mengajak, memilih, berpendapat, atau bahkan menolak suatu permainan. Waktu bermain pun jadi lebih menyenangkan.

Nah, buat kalian orang tua yang punya anak seusia Aqsa, bisa banget yuk ikutin permainan yang biasa Aqsa mainkan dan kita bermain bersama.

1. Bermain dengan benda-benda kecil

Alat dan bahan:

Caranya:

Satu hal yang bikin saya bahagia adalah Aqsa mouthing sesuai usianya. Jadi ketika usia 1,5 sampai 2 tahun, dia udah nggak masuk-masukin benda apapun ke dalam mulutnya sehingga saya bisa ajak dia buat seseruan bermain dengan objek kecil. Memasukkan objek kecil menggunakan sendok ke dalam botol atau lubang lumayan bisa membantunya untuk melemaskan dan mengatur keseimbangan tangannya, lho!

2. Mengenal Pengetahuan Umum dengan Kartu

Alat dan Bahan:

Caranya:

Permainan ini memang membutuhkan ketelatenan baik itu dari orang tua buat mengatur dan menata kartu-kartu atau dari anak buat menemukan apa yang jadi tantangannya. Karena permainan kartu ini menyenangkan, sekalian saja saya bikin sendiri flash card suku kata sederhana mumpung Aqsa juga lagi senang-senangnya mengenal huruf dan mengeja. Sifatnya iseng dan nggak maksa dia buat harus bisa baca sekarang juga. Tapi kalaupun pada akhirnya dia sekalian bisa baca ya anggap aja itu bonus.

Khusus untuk yang monopoli, awalnya saya justru nggak sengaja main ini dengan Aqsa dan ternyata dia malah senang serta tertarik. Awalnya, saya minta dia buat mencocokkan nama negara berdasarkan kesamaan bendera, tapi lama-lama Aqsa justru tertarik dengan gambar negaranya dan saya sekalian aja inisiatif memperkenalkan sedikit-sedikit tentang negara-negara yang ada di papan monopoli. Hasilnya? sekarang Aqsa jadi hafal bendera negara asing.

3. Menempel Mosaik

Alat dan bahan:

Caranya:

Sebenarnya ini permainan nggak sengaja didapatkan karena komunitas yang saya dirikan mengadakan lomba menempel mosaik dalam rangka 17 Agustus-an dan Aqsa kebagian meramaikan lomba ini. Setelah lomba, ternyata permainan ini cukup menarik buat dimainkan lagi karena bisa melatih Aqsa untuk duduk tenang, fokus, dan melancarkan keterampulan tangannya. Namun biasanya karena saya mager buat menggunting kertas warna-warni, saya pilih menggunakan colorful sticker yang bentuknya lingkaran.

4. Bermain Masak-Masakan

Alat dan bahan:

Caranya:

Buat Aqsa yang anak cowok, saya nggak ´mengharamkan´ dia buat main masak-masakan. Selain bikin dia anteng dan kreatif, Aqsa juga jadi tahu pekerjaan rumah. Sekarang pun kalau saya masak dia senang hati mau bantu walaupun cuma isi air di teko atau panci, ambilin sayuran di kulkas, atau buang sesuatu. Selain itu, main masak-masakan ini juga mengasah imajinasi dan kreativitas dia, misalnya: batu dia jadiin seolah itu bakso atau lego block yang dia susun jadi mesin kopi. Anak cowok nggak selalu melulu main mobil kok karena masak-masakan pun menyenangkan dan banyak manfaatnya.

5. Bereksplorasi dengan Water Beads

Alat dan bahan:

Caranya:

Water beads ini juga salah satu mainan yang murmer alias murah meriah tapi disukai sama Aqsa. Kalau udah ngeluarin water beads, udah pasti Aqsa akan siap dengan saringan, botol, sendok, pinset, dan banyak peralatan lagi. Biasanya dia suka memainkan water beads dengan memasukkannya ke dalam botol dan mengklasifikasikan warnanya. Kadang juga, saya berkreasi dengan air di botol saya kasih pewarna dan minta Aqsa buat memasukan water beads sesuai dengan warna air di botolnya.

Memasuki usia 3 tahun makin banyak permainan yang bisa Aqsa lakukan. Sampai saat ini, saya bersyukur sekali karena Aqsa udah nggak mouthing, mau diajak bermain, mau kotor-kotoran, nggak apa-apa basah-basahan, dan punya rasa ingin tahu yang besar. Syukurnya, dengan seringnya bermain ini sekarang kemampuan dan keterampilan tangan Aqsa semakin berkembang. Selain itu, yang paling penting adalah dia nggak dikit-dikit gadget atau hapean.

Buat orang tua yang punya anak 3 tahunan kayak Aqsa, boleh banget lho ikut mainan sama anak dan nyontek idenya dari artikel ini. Kalau ada yang mau menambahkan atau kasih ide bermain yang baru, boleh banget lho. Silakan kasih idenya di kolom komentar ya.