Tip Anti-Katrok Saat Pertama Kali ke BBW 2017

Awal Mei 2016 lalu saat sedang pulang kampung dan melihat berita kehebohan di pameran buku Big Bad Wolf (BBW) Indonesia 2016 dalam hati saya cuma sedikit nyinyir “Yaelah, pameran buku doang heboh banget sih”. Saya sedikit menyepelekan. Apa istimewanya sih pameran buku ini sampai orang rela datang, memborong sampai berkoper-koper, antre berjam-jam untuk bayar, sampai rela datang tengah malam. Dan ternyata pas beberapa hari yang lalu saya berkesempatan dapat tiket VIP dan berkunjung ke BBW 2017, komentar saya cuma: OH MY GOD!!

BBW 2017 ini diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD) Hall 7. Ini adalah kali kedua BBW diadakan di Jakarta Tangerang Selatan tepatnya di ICE BSD. Event ini dibuka resmi sejak 21 April 2017 hingga 2 Mei 2017 nanti selama 24 jam nonstop. Kamu bisa memilih belanja di jam yang sekiranya sepi misalnya di sepertiga malam terakhir setelah habis salat tahajud atau habis subuh langsung cusss ke BSD. Mumpung jam segitu masih sepi.

Cenie, partner ber-katrok ria di BBW 2017

Saya beruntung bisa ke BBW satu hari sebelum hari pembukaannya yaitu 20 April 2017. Rezeki emang nggak kemana, saya dapat satu tiket VIP dari KEB yang bekerja sama dengan Bank Mandiri. Satu tiket VIP atau Pre-Sale BBW bisa untuk masuk dua orang dewasa. Saya pun mengajak Cenie yang memang mau mencari buku untuk anak-anak di Wae Rebo. Keuntungan tiket Pre-Sale BBW adalah kami bisa beli dan memilih buku satu hari sebelum BBW resmi dibuka. Jadi, kami bisa milih dan beli buku saat koleksi buku masih lengkap dan belum terlalu acak-acakan karena keberingasan orang yang beli di sana. Karena belum dibuka untuk umum, saya pun mikirnya masih sepi atau belum seramai ketika hari libur dan sudah resmi dibuka.

Saya dan Cenie pas datang kesana kayak orang bodo dan katrok karena memang dua-duanya belum pernah ke BBW sebelumnya, hahaha. Jadi benar-benar nge-blank, nggak ada pengalaman dan bayangan sama sekali di lapangan soal BBW. Sebelumnya saya sudah baca sedikit tentang BBW 2016 dari blognya Mas Dani Rachmat tapi pas melihat di tempatnya langsung, alamak!

antrean masuk BBW 20 April 2017

Saya dan Cenie kaget karena antrean masuk sudah mengular meski hari itu belum dibuka secara resmi. Padahal saya terhitung pagi lho datangnya, sekitar jam 09.30 sudah di sana. Pas masuk pun sudah cukup banyak orang di dalam. Orang yang masuk langsung sibuk masing-masing, adu cepat ambil keranjang, cari yang mau dibeli, sampai keranjang penuh. Mungkin kalau kamu yang sering lihat serial Sinchan dan ada bagian dimana mamanya belanja pas diskonan, ya hampir seperti itulah suasananya. Tapi ini mah nggak sampai rebut-rebutan beringas ya. Saya sama Cenie cuma sempat melongo sebentar sebelum akhirnya kita tersadar dan ikutan ambil keranjang.

Buat pecinta buku, BBW ini surga banget. Bayangin aja banyak buku dihargai dengan harga murah. Dari buku impor hingga buku terbitan penerbit Indonesia (Mizan). Banyak genre buku dijual di BBW dari fiksi, sejarah, biografi, agama, kesehatan, kecantikan, fashion, buku anak, olahraga, traveling, dan lainnya. Yang paling menonjol memang buku anak karena genre ini yang paling diincar dan paling banyak di-display di sana. Oleh karenanya, buat yang punya anak usia preschool, BBW 2017 ini bisa bikin kalap. Sementara harganya jangan ditanya deh, miring banget. Satu novel Indonesia yang biasa saya beli seharga 50-60 ribuan, di sana dijual 19ribuan.

Yang saya lihat sih selain diminati pecinta buku, BBW 2017 juga diminati mereka yang punya otak bisnis. Nggak jarang saya lihat satu orang beli buku sampai berkoper-koper hanya untuk dijual lagi atau karena mereka membuka jasa titip buku BBW bagi yang enggan capek milih dan ngantri bayar. Jasa titip ini cukup membantu memang buat yang nggak mau repot kesana. Namun, saat di tempat pamera otomatis kita harus berebut dengan para pembeli (yang kemudian dijual lagi) ini karena bisa jadi sekali ambil buku mereka bisa ambil banyak. Apalagi kalau memang bukunya bagus dan jadi incaran banyak orang.

Banyak buku bagus di BBW yang bikin saya pengen beli buat saya sendiri atau bahkan saya kasih ke orang lain. Tapi saya nggak boleh kalap. Tenang, Dew! Karena kemungkinannya ada 2 yaitu kalap atau kantong jebol, hahaha. Untung saya sudah mengantongi voucher diskon 50.000 dari Mandiri sebelumnya, lumayan aman lah ya. Jadilah saya dan Cenie agak lama milih apa yang mau dibeli karena memang selektif banget. Takutnya cuma laper mata, dibeli tapi nggak dibaca alias cuma jadi penumpuk buku.

Sebagai ‘orang baru’ di BBW 2017, ada beberapa hal yang saya pelajari dan mungkin bisa jadi tip kalau kamu pengen ke pameran buku yang menampilkan 5 juta buku ini:

Booth Bank Mandiri di BBW 2017
antrean di kasir

Kira-kira begitu situasi di BBW 2017 dan tip dari saya yang masih katro karena baru pertama kali ke BBW. Semoga dengan baca tip ini, kamu nggak kayak saya dan Cenie yang kebingungan karena pertama kali ke BBW dan menghadapi beringasnya banyak orang yang ingin membeli buku di sana.

Oh ya, kalau kamu masih bingung rute atau transportasi ke arah ICE BSD, bisa lihat gambar di bawah ini ya.