Nostalgia Social Media

Sejak kenal social media, saya nggak pernah ngeh dan tahu kalo socmed bisa dioptimalisasi dan di-monetize. Begitu kenal social media, saya mendadak jadi alay. Ya alay dalam arti yang sesungguhnya, socmed malah buat menggombal, buat pantunan, ajang galau, kepoin orang, sampai bikin socmed biar tahu gosip-gosip terkini. Tapi saya rasa, beberapa orang bahkan mungkin banyak juga yang punya cerita atau nostalgia sendiri dengan socmed-nya.

Alhamdulillah, sekarang saya sudah mulai bisa ber-social media secara dewasa. Yah, walau kadang masih suka keluar alay-alaynya dikit, hihi. Sejak kenal socmed tahun 2005, hidup saya jadi berwarna. Biar alay, untungnya seingat saya, saya nggak pernah marah-marah sampai keluar kata-kata kotor di media sosial. Saya juga menghindari banget mem-bully orang atau korporasi di media sosial. Biarlah kealayan saya terabadikan di album-album social media.

Bicara soal nostalgia, ada beberapa social media yang pernah saya daftar. Beberapa di antaranya berawal dari iseng tapi ada juga yang karena ‘didesak’ teman-teman buat bikin. Nah, ini dia nostalgia saya dengan social media.

Selain yang di atas, saya juga punya beberapa akun social media lain seperti Google+, Linkedin, Youtube, dan Pinterest tapi entah mengapa sampai sekarang saya masih gagap memakainya. Nah, ini nostalgia saya sama beberapa social media yang saya punyai. Kalo kamu gimana? Share juga yuk 🙂