The Parlor Hills, Cafe Ramah Anak dengan Pemandangan Atas Bukit yang Indah

The Parlor Hills, Cafe Ramah Anak dengan Pemandangan Atas Bukit yang Indah

Salah satu hal yang paling disukai Aqsa adalah playground. Jadi, saat ke Bandung, alih-alih mencari tempat wisata yang populer atau kekinian, saya mendingan mencari tempat yang ada playground-nya entah itu tempat makan, perpustakaan, ruang terbuka hijau, atau apapun itu. Yang penting ada perosotan dan ayunannya, udah aman lah pikir saya.

Baca Juga:   Mengunjungi Bandung, setelah 3 Tahun Lamanya Absen

Dan pas nemu tempat ini setelah searching dengan kata kunci ´playground di bandung´, senanglah saya karena nggak perlu naik-naik ke daerah Lembang atau Ciwidey cuma untuk menemukan resto yang ada playground-nya. Bahkan pas saya lihat di beberapa referensi kayak instagram atau hasil pencarian google, jenis permainan di dalamnya beragam. Saya pikir oke juga nih.

The Parlor Cafe ini letaknya ada di Cigadung. Masih di Kota Bandung, saya pikir juga jalanannya akan aman lah, nggak akan naik turun separah daerah Parongpong atau Ciwidey. Ternyata pas saya kesana, jalanannya sama aja curam. Kami melewati jalanan naik dan turun yang cukup curam.

Pas berangkat, kami lewat daerah Cigadung dan beruntung banget saat di tanjakan yang lumayan curam suasana sepi jadi nggak takut kalau tiba-tiba mobil mundur karena nggak kuat nanjak.

Nah, pas pulangnya suami saya coba lewat Dago Atas, dan ternyata jalanannya lebih curam, sudah mah nanjak, belokan tajam pulak. Untungnya juga hari itu jalanan sepi jadi walaupun deg-degan mobil nggak kuat nanjak tapi paling tidak saya nggak deg-degan kalau mobil mundur bisa nabrak kendaraan lain.

But, dengan segala perjuangannya itu, The Parlor Hills worth it banget buat main anak-anak.

The Parlor Hills, One Stop Service Cafe Keluarga

Saya cukup amazing pas nyampe tempat ini karena ternyata kok ya ada tempat kayak gini melewati perumahan penduduk dan bersebelahan sama perkampungan. Sempat ragu karena tempatnya akan sempit, tapi ternyata nggak. Tempatnya luas (malah kayaknya masih perluasan lagi sampai ke atas karena banyak alat berat), terdiri dari beberapa lantai, dan penataannya efektif sekali.

Buat yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil, jangan khawatir akan parkiran karena tempat parkirnya luas. Hanya saja jalanan menuju ke tempat ini yang rada challenging, kudu hati-hati. Enaknya adalah, kita disuguhi berbagai pemandangan indah pas udah mau sampai tempatnya, di kanan pemandangan perbukitan, di sebelah kiri ada berbagai bangunan artistik yang sepertinya adalah villa.

Desain restonya juga unik. Selain banyak berbagai ornamen instagramable baik di dinding atau tempat makannya, tempat ini juga memiliki background foto berupa pemandangan alam yang indah. Nggak cuma itu, udara di tempat ini juga sejuk walaupun siang hari jadi bawannya enak banget, atau malah kadang jadi ngantuk.

Tempat makannya juga banyak, luas, dan berbagai jenis dari yang cuma kursi cafe, pods, sampai lesehan. Pokoknya, seharian menghabiskan waktu di tempat ini nggak kerasa. Tempat makan yang paling saya suka tuh di pods atau kayak bilik-bilik di ketinggian gitu karena bisa makan sambil melihat indahnya pemandangan Bandung di ketinggian.

Karena tempatnya di ketinggian, udah pasti akan banyak nanjak-nanjak dan naik turun tangga. Tapi tenang aja, di The Parlor Hills ada lift yang memudahkan mobilisasi khususnya bagi mereka yang bawa lansia atau anak bayi dengan strollernya.

Selain itu, disediakan pula fasilitas musala bagi pengunjung yang muslim untuk salat. Musalanya juga bagus, bersih, dan didesain dengan niat. Jadi sebagai muslim yang biasa cari tempat salat di resto, saya sangat nyaman banget salat di musalanya.

Nah, bagian yang paling disuka Aqsa adalah mainannya. Di sini ada banyak permainan yang bisa dinikmati nggak cuma sama anak-anak tetapi juga orang dewasa. Dari permainan gokart (untuk dewasa dan anak-anak), playground, rumah balon, memanah, ulin jaring, panjat dinding, sampai video game ala-ala.Untungnya, kami sempat jeda buat makan siang dulu di Wale kala itu, kalau nggak beneran deh Aqsa nggak mau stop, udahan, bahkan makan karena saking banyaknya permainan di sini.

Untuk menu makanan, kami nggak ada banyak pengalaman yang bisa dibagi di sini karena kami memilih makan di Wale (Warung Lela) yang hanya berjarak 100 meteran dari sini. Soalnya pas berangkatnya, kami lewat Wale dan ramai sekali trus berjanji buat makan siang di situ. So, nggak banyak pengalaman kuliner yang bisa saya bagi di The Parlor Hills yang bisa saya bagi karena kami cuma pesan Thai Tea di tempat ini. Tapi Thai Tea-nya enak kok buat saya dan suami si penyuka Thai Tea.

Makanan yang ada di sini juga beragam, dari makanan Indonesia khususnya Sunda sampai masakan Eropa. Ada banyak minuman, termasuk kopi-kopian juga di sini. Harganya sih menurut saya rada pricey khususnya untuk minuman, tapi it´s okay untuk yang malas pindah-pindah tempat, The Parlor Hills tuh kayak one stop service hiburan dan liburan keluarga. Yang penting mah bawa duit yang banyak aja, haha.

Sehari Menikmati The Parlor Hills

Sebenarnya bukan seharian banget sih, yah setengah hari lah karena kami datang sebelum jam makan siang dan pulang sore harinya setelah ashar karena ada janji bertemu dengan teman. Segitu aja belum semua wahana permainan Aqsa cobain karena terbatasnya waktu dan ada juga beberapa yang belum mencukupi usia dan ketinggiannya.

Oh ya, di sini tiap mau menikmati permainan harus bayar lagi sebagai tiket masuk. Saya sempat DM instagram The Parlor Hills sebelum ke Bandung, berikut harga-harga tiketnya:

  • Gokart dewasa: 50 000 (weekday) 80.000 (weekend) untuk durasi bermain gokart 8 laps
  • Gokart anak: 30.000 (weekday) 50.000 (weekend) untuk durasi bermain gokart 8 laps
  • Lancah raba/ panjat dinding (dewasa): 80.000 (weekday) 100.000 (weekend) untuk durasi memanjat 2 jam
  • Lancah raba/panjat dinding (anak): 40.000 (anak) 50.000 (weekend) untuk durasi memanjat 1 jam
  • Jangkung jungkang trampoline x ulin jaring: 50.000 dengan durasi main 1 jam
  • Jamparing arena panahan: 15.000 (10 anak panah, 1 orang), 20.000 (20 anak panah, bisa 2 orang)
  • Balon castle dan playground: 25.000 (all day)
  • Bubble fun: 10.000 (weekday) 15.000 (weekend) untuk 1 botol bubble 50 ml

Permainan yang pertama kali dituju Aqsa udah pasti playground. Playground-nya ini sebenarnya nggak begitu besar tapi udah sangat cukup buat Aqsa karena yang penting ada mandi bolanya. Kalau buat main cuma 1-2 orang anak emang nyaman sih, apalagi ada trampolinnnya juga. Tapi kalau udah ada lebih dari 5 orang anak, playground-nya terlalu penuh. Jangan lupa juga tetap diawasi pas anak-anak main playground di sini, ya!

Selain playground, Aqsa juga main di balon castle atau rumah balon yang ada di depan arena gokart. Ini tuh permainan yang biasa Aqsa mainin kalau dia ke pasar malam. Buat saya, tiket masuknya rada pricey karena anak-anak paling lama juga main 30 menit, apalagi letaknya ada di bawah sinar matahari banget dan panas kalau pas siang.

Jadi buat anak seusia Aqsa juga nggak mungkin main berjam-jam apalagi saat matahari di atas kepala banget. Tapi bagusnya, ini rumah balon bersih banget dan belum ada yang rusak-rusak tambalan. Jadi sebagai anak bisa nyaman main dan sebagai orang tua bisa lega melepas anak main.

Tadinya, Aqsa juga pengen naik gokart karena dia senang naik sesuatu hal yang berbau mobil-mobilan. Tapi ternyata ada minimal tinggi, kalau nggak lupa sekitar 130cm dan dia belum setinggi itu. Akhirnya naik balon castle aja, itu pun cuma sebentar.

Aslinya, Aqsa masih kepengen main ulin jaring tapi berhubung udah terlalu sore dan dia belum makan, jadi kami urungkan. Kami pun memilih untuk makan di Wale (Warung Lela) yang ternyata menunya bakso dan yamin yang menurut kami lebih ramah di lidah Aqsa yang pemilih makanan.

Tadinya kami pengen makan di The Parlor Hills, tapi melihat Aqsa yang nggak mau udahan main di sana, kami takut malah dia nggak bisa fokus pas makan alias kesana kemari karena terlalu excited. Ya udah deh kami ke Wale aja dengan jalan kaki sambil melihat rumah-rumah di sekitarnya yang bagus-bagus amat, yak.

Udara sejuk semakin mendingin di sore harinya. Kami pun memutuskan untuk turun saja daripada keburu gelap dan jalanan yang kami tuju akan curam dan tak terprediksi.

So far, kami sekeluarga puas banget main di The Parlor Hills. Malah waktu beberapa jam di sana dirasa kurang karena padatnya jadwal kami. Suatu hari kalau ada kesempatan lagi saya pengen banget bawa Aqsa dan keluarga ke sini dengan durasi yang lebih panjang, dari pagi malahan kalau bisa biar Aqsa juga bisa main sepuasnya. Sambil nunggu dia lebih tinggi lagi jadi makin asyik karena bisa nyobain berbagai macam wahana lain. Sambil nunggu juga penambahan wahana apa yang akan ada di The Parlor Hills.

The Parlor Hills
Jl. Rancakendal Luhur No.9, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40191

9 Comments
Previous Post
Next Post